Hujan Deras, Pasar Beringharjo Yogyakarta Tergenang, Pohon Roboh Timpa Mobil

Kompas.com - 14/02/2020, 20:48 WIB
Beredar sebuah video Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tergenang air. Tampak di video tersebut air keluar dari bawah hingga mengenangi lantai pasar. IstimewaBeredar sebuah video Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tergenang air. Tampak di video tersebut air keluar dari bawah hingga mengenangi lantai pasar.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Beredar sebuah video Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tergenang air.

Tampak di video tersebut air keluar dari bawah hingga mengenangi lantai pasar.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana membenarkan adanya genangan di los Pasar Beringharjo.

Genangan disebabkan hujan deras yang melanda Yogyakarta pada Jumat (14/2/2020).

"Iya tadi terjadi genangan di (pasar) Beringharjo," ujar Biwara saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Dugaan sementara, air berasal dari drainase Pasar Beringharjo.

"Mungkin dari drainase, kalau dari video itu kan air dari bawah ke atas. Ini dari Kota sedang assessment ke sana," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan, setelah mendapat informasi, dia langsung menuju ke Pasar Beringharjo.

"Saya lihat itu masuk dari luar dan dari saluran air hujan. Sekitar pukul 15.00 lebih, saat hujan deras," urainya.

Air keluar dan sampai mengenangi lantai, karena saluran air tidak dapat lagi menampung.

Sebab hujan yang terjadi sangat deras.

Genangan berlangsung kurang lebih 15 menit dan langsung surut.

"Saluran air hujan yang nggak mampu menampung, terus kita buka beberapa SAH (saluran air hujan) itu. Langsung bisa kita atasi, dan tidak ada kerugian," ungkapnya.

Lokasi yang tergenang air, lanjutnya di los pedagang sebelah Barat. Terutama yang dekat dengan saluran air hujan.

"Tidak tinggi (genanganya), di bawah betis," ungkapnya.

Banjir di Danugeran

Hujan deras yang melanda wilayah Kota Yogyakarta juga membuat banjir di Danugeran, Kecamatan Mantrijeron, Jumat sore.

Hujan terjadi dari pukul 14.30 WIB.

Namun seiring hujan yang reda, air yang menggenang juga ikut surut.

Warga Danunegaran Reza menyampaikan, hujan yang turun sangat deras, sehingga membuat genangan air di sekitar rumah kontrakannya.

Sekitar satu jam, air langsung surut.

"Hanya genangan saja, setinggi mata kaki, tadi sampai ke teras tapi enggak masuk rumah. Tapi hujan mulai reda tadi, langsung surut," ujar Reza saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Sepengetahuannya, baru pertama kali ini air mengenang setinggi mata kaki dan sampai di teras depan rumah kontrakanya.

"Kalau semata kaki baru kali ini layaknya, selama empat tahun tinggal di sini. Di depan barusan dibangun drainase jadi satu jam surut. Kalau enggak ada drainase, mungkin tambah tinggi (genanganya)," ucap Reza.

Selain banjir, hujan disertai angin kencang juga merobohkan sejumlah pohon di Sleman dan Yogyakarta.

Bahkan, pohon menimpa sebuah mobil yang melintas di Jalan F M Noto Kota, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Regional
Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Regional
Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Regional
Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Regional
Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Regional
Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram 'S' Lebih Parah dari Ekstasi

Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram "S" Lebih Parah dari Ekstasi

Regional
Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Regional
Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X