Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/02/2020, 13:37 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Esti Raharjo, pria asal Desa Milir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menciptakan alat pengusir tikus yang ramah lingkungan.

Raharjo tergerak menciptakan alat itu karena prihatin banyak petani yang meninggal tersetrum mesin pengusir tikus.

Hama tikus dahsyat yang membuat petani Kabupaten Madiun kelimpungan makin menumbuhkan semangat Raharjo. Karena, petani sudah melakukan berbagai cara membasmi tikus, menggunakan racun hingga menyetrum.

Tapi upaya itu tak memberikan hasil maksimal. Hama tikus makin menjadi menggerogoti padi milik petani.

Baca juga: Ibu Kos di Tulungagung Ditemukan Tewas dengan Wajah Tertutup Bantal

Setelah melakukan riset, Raharjo berhasil menciptakan alat pengusir tikus bertenaga surya. Raharjo dibantu Imron, seorang pemerhati petani.

“Kami bisa menciptakan mesin pengusir tikus yang ramah lingkungan dengan menggunakan panel surya. Panel surya itu dirubah menjadi tenaga gelombang ultrasonik untuk mengusir tikus dalam radius hingga satu hektar,” kata Raharjo kepada Kompas.com, Kamis (13/2/2020).

Raharjo mengatakan, alat itu efektif digunakan mengusir tikus dengan radius setengah hektar atau empat petak sawah jika berada di dekat permukiman warga. Jika jauh dari permukiman, alat itu efektif mengusir tikus dengan radius satu hektar.

Sebab, jika disetel maksimal, suara yang ditimbulkan alat tersebut bisa mengganggu warga. 

Karena itu, ia menyarankan petani tak memutar maksimal volume gelombang ultrasonik alat yang berada di dekat permukiman. 

Gelombang ultrasonik dari alat itu akan mengganggu syaraf tikus yang hendak menggerogoti padi. Hewan itu terpaksa pindah jika tak mau mati kelaparan.

“Tikus dibuat tidak nyaman oleh gelombang ultrasonik sehingga tidak berani keluar dari sarangnya. Lama-kelamaan tikus mati kelaparan. Selain itu tikus diluar akan lari dan kalang kabut karena dibuat tidak nyaman,” kata Raharjo.

Dari beberapa ujicoba di lahan petani, alat itu efektif mengurangi serangan tikus. Pasalnya saat dihidupkan, banyak tikus yang berlarian meninggalkan areal sawah.

Raharjo akan mengembangkan alat pengusir tikus agar jangkauannya bisa lebih luas lagi dan harganya makin terjangkau oleh petani.

Saat ini satu alat pengusir tikus dengan panel surya dijualnya Rp 9 juta per unit.

“Kami akan terus kembangkan teknologinya agar bisa menjangkau radius seluas-luasnya sehingga petani bisa menghemat banyak,” jelas Raharjo.

Bagi Raharjo, harga alat itu tidak mahal dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan hama tikus. Alat itu bisa dibeli gabungan kelompok tani sehingga bisa digunakan secara bergantian.

Tak hanya diminati petani di Madiun, Raharjo mengatakan alat pengusir tikus berbasis tenaga suryanya itu sudah dipasarkan hingga di Jawa Barat dan Bali.

Sementara itu Yanto, seorang petani Desa Nglames, Kecamatan Nglames, Kabupaten Madiun yang ditemui terpisah mengaku puas dengan alat pengusir tikus bertenaga surya besutan Raharjo.

Selain ramah lingkungan, petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya listrik.

“Dampaknya sangat jelas sekali. Setelah menggunakan alat itu sekarang serangan tikus nyaris tidak ada lagi,” kata Yanto

Ia pun tidak perlu bergadang semalaman untuk mengusir tikus yang menyerang tanaman padinya. Pasalnya, hanya dengan menghidupkan alat pengusir tikus bertenaga surya, hewan pengerat yang dulu merusak padi tak berani masuk ke dalam sawahnya.

Yanto sudah menggunakan berbagai cara memberantasa hama tikus sebelumnya. Ia menggunakan racun hingga alat setrum.

Baca juga: Dokter Spesialis Didatangkan dari Ambon Tangani Mahasiswa Terduga Corona di Tanimbar

"Tikusnya malah makin banyak dan makin ganas merusak tanaman padi kami," kata Yanto.

Setelah menggunakan alat pengusir tikus berbasis tenaga surya, Yanto kini bisa bernapas lega. Tikus tak lagi masuk ke area sawah dan merusak tanaman padinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pemeriksaan LKPD 2022, Bupati Maluku Barat Daya Minta OPD Keuangan Fokus 3 Hal

Jelang Pemeriksaan LKPD 2022, Bupati Maluku Barat Daya Minta OPD Keuangan Fokus 3 Hal

Regional
Ilusi Hutan Tropika Basah Asli Kalimantan di IKN Nusantara

Ilusi Hutan Tropika Basah Asli Kalimantan di IKN Nusantara

Regional
Mendorong Pembangunan KA Tegineneng-Bakauheni

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng-Bakauheni

Regional
Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.