Kisah Pilu Rusmiati, Anak Balitanya Tewas karena Gigitan Ular Weling, Dikira Tidur Ternyata Koma

Kompas.com - 14/02/2020, 11:06 WIB
Keluarga, perangkat dan warga Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengantarkan jenazah Adila Oktavia, balita 4 tahun yang meninggal dunia setelah digigit ular weling, Kamis (13/2/2020). Adila digigit ular pada JUmat malam (7/2/2020), dan dinyatakan meninggal pada Rabu (12/2/2020), setelah menjalani penanganan medis lima hari di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKeluarga, perangkat dan warga Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengantarkan jenazah Adila Oktavia, balita 4 tahun yang meninggal dunia setelah digigit ular weling, Kamis (13/2/2020). Adila digigit ular pada JUmat malam (7/2/2020), dan dinyatakan meninggal pada Rabu (12/2/2020), setelah menjalani penanganan medis lima hari di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

KOMPAS.com- Rusmiati (24), warga Cirebon, Jawa Barat tak menyangka, Jumat (7/2/2020) malam menjadi awal petaka bagi keluarga kecilnya.

Gigitan ular di tumit anak balitanya yang bernama Adila (4) berujung perpisahan Rusmiati dengan Adila, selama-lamanya.

Rusmiati mengisahkan, saat itu putrinya tengah tidur bersamanya dan suaminya, Mukmin (27), Jumat (7/2/2020).

Mereka tidur tanpa dipan di lantai semen dan tanah

Tiba-tiba sekitar pukul 23.30 WIB, Adila menangis. Seketika itu pula Rusmiati dan suaminya terbangun.

Baca juga: Bocah 4 Tahun di Cirebon Digigit Ular Weling Saat Tidur

Gigitan dan darah di tumit

Ular welingPIXABAY Ular weling
Saat diperiksa, Rusmiati mendapati ada seekor ular weling hitam menempel di betis Adila.

Sedangkan di bagian tumit anaknya, terdapat bekas gigitan dan darah.

"Saya enggak tahu dia digigit atau tidak. Saya tidurkan lagi, tetapi dia merintih kesakitan. Setelah diperiksa, tumitnya ada bekas gigitan, ada darahnya," kata Rusmiati.

Sementara, Adila terus-menerus merintih kesakitan.

Baca juga: Peneliti Unpad: Jawa Barat Darurat Gigitan Ular, dari King Kobra hingga Ular Weling

Diikat kaki dan disedot lukanya

Ular welingPIXABAY Ular weling
Lantaran tak mengerti apa yang harus dilakukan, Rusmiati kemudian mengikat kaki Adila.

"Saya enggak tahu penanganannya, cuma diikat kakinya dan disedot lukanya," katanya.

Namun, langkah yang dilakukannya itu tak membuat Adila berhenti menangis.

Rusmiati dan suaminya pun membawa Adila ke Rumah Sakit Putera Gunung Jati.

Di tempat itu, Adila sempat muntah-muntah dan sesak napas.

Baca juga: Satpam Tewas Digigit Ular Weling, Isap Darah adalah Kesalahan Besar

Dikira tidur, ternyata sudah koma

Ilustrasi rumah sakitWavebreakmedia Ilustrasi rumah sakit
Adila kemudian dirujuk ke RSUD Gunung Jati untuk penanganan lanjutan.

Namun dalam perjalanan, Rusmiati sudah tak bisa berkomunikasi dengan anaknya.

"Dikira saya di jalan itu (Adila) tidur, nyampe IGD tidak sadarkan diri, napasnya sudah enggak normal," ujar dia, seperti dilansir dari Kompas TV.

Betapa terpukulnya ia, Adila dinyatakan koma sesaat setelah dibawa ke rumah sakit tersebut.

"Jam 6 pagi (Sabtu, 8 Januari) dinyatakan koma, sudah enggak ada reaksi apa-apa," papar Rusmiati dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Hati-hati bila Melihat Ular Weling, Belum Ada Anti Bisanya jika Digigit

Bisa menjalar ke bagian saraf

Ular welingPIXABAY Ular weling
Adila menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Gunung Jati sejak Sabtu (8/2/2020) hingga Rabu (12/2/2020).

Selama lima hari, Rusmiati hanya bisa melihat putrinya terbaring koma.

Tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut putri yang dicintainya.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSD Gunung Jati Kota Cirebon Siti Maria menjelaskan, bisa ular weling sudah masuk dan menjalar ke bagian saraf dan sel darah.

"Sebagian sel darah sudah pecah dan trombositnya terus menurun," katanya.

Sebanyak sepuluh VIAL Serum Anti Bisa Ular sudah disuntikkan ke tubuh Adila. Namun hal tersebut tak membuahkan hasil karena ketidakcocokan antiserum dan racun yang menyebar ke tubuh Adila.

Maria mengatakan, penanganan juga dibantu dokter spesialis emergency dari WHO, dokter Tri Maharani.

Rabu (12/2/2020) malam, Adila dinyatakan meninggal dunia. Gadis kecil itu dimakamkan pada Kamis (13/2/2020).

Sumber: Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhammad Syahri Romdhon | Editor: Aprilia Ika), Kompas TV



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X