Peneliti Unpad: Jawa Barat Darurat Gigitan Ular, dari King Kobra hingga Ular Weling

Kompas.com - 27/01/2020, 11:36 WIB
Ilustrasi ular shutterstockIlustrasi ular

BANDUNG, KOMPAS.com – Peneliti Pusat Studi Komunikasi Lingkungan (Pusdikomling) Universitas Padjadjaran ( Unpad) Bandung, Herlina Agustin mengatakan, Jawa Barat darurat gigitan ular.

Hal ini disebabkan karena banyaknya korban tewas akibat gigitan ular di Jabar.

Dari 1-25 Januari 2020 saja, sebanyak 4 orang di Indonesia meninggal karena gigitan ular.

“Bulan ini 4 korban tewas. Semuanya di Jabar. Jabar darurat gigitan ular,” ujar Herlina saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/1/2020).

Herlina menjelaskan, keempat korban tewas tersebut berasal dari Tasikmalaya, Indramayu, Bandung, dan Sumedang.

Baca juga: Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Bahkan kemarin, ia mengunjungi seorang pasien remaja 17 tahun yang kritis di RSUD Soreang, Kabupaten Bandung.

Pasien tersebut kini krisis karena gigitan king kobra.

“Dia berumur 17 tahun. Baru punya king kobra satu bulanan. Saat main-main jam 14, dipatuk ularnya. Langsung dibawa ke RSUD Soreang dalam kondisi gagal napas,” kata Herlina.

Ia berharap, remaja tersebut bisa melewati masa kritisnya dan selamat.

Mengenai penyebab banyaknya korban di Jabar, relawan Sioux ini mengungkapkan, penduduk Jabar paling banyak di Indonesia.

Baca juga: Ular King Kobra 2,5 Meter Hebohkan Warga Sekampung, Evakuasi Butuh 2 Jam

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X