Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi Dukung Semua Pekerja di Semarang Pakai BPJS Ketenagakerjaan

Kompas.com - 10/02/2020, 19:39 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) ketika menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Semarang, Senin (10/2/2020). DOK. Humas Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) ketika menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Semarang, Senin (10/2/2020).

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendukung program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Ketenagakerjaan agar diikuti seluruh pekerja di Kota Semarang.

Pasalnya, lanjutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu warga masyarakat, khususnya para pekerja.

Dengan menjadi peserta program Jaminan Sosial ini, masyarakat bisa terkaver dalam hal keselamatan diri sekaligus ikut serta mengembangkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai BUMN milik pemerintah.

Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab Hendrar, usai menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) di ruang VIP Wali kota, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Ini Upaya Nyata Pemkot Semarang Dukung Pengembangan UMKM dan Koperasi

Khusus bagi pekerja di jajarannya, secara detail Hendi memperinci kurang lebih 8.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah terkaver PT Taspen.

Sementara itu, untuk pegawai non-ASN, imbuhnya, terkaver BPJS Ketenagakerjaan.

Terkait wacana kepesertaan perangkat RT dan RW dalam Jaminan Sosial ketenagakerjaan, Hendi sangat terbuka dan membuka kesempatan sosialisasi serta perumusan programnya kepada warga masyarakat.

Baginya, ini penting mengingat pembayaran iuran harus dilakukan dengan ikhlas dan didasari kepercayaan kedua belah pihak.

Baca juga: 6 Manfaat Ini Akan Hilang jika Taspen Melebur ke BPJS Ketenagakerjaan?

“Jadi, kedua belah pihak baik peserta maupun pengelola harus terbuka dan saling percaya,” ujar Hendi seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dia yakin program jaminan sosial ini akan lebih berkelanjutan jika diikuti oleh semakin banyak peserta.

Menyerahkan klaim JKM

Pada kesempatan itu, Hendi menyerahkan klaim jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta kepada Sumiyati, warga Tanjung Mas, Semarang Utara.

Sumiyati merupakan ahli waris suaminya almarhum Panut yang meninggal karena sakit beberapa waktu lalu.

Baca juga: Asabri Disarankan Digabung dengan BPJS Ketenagakerjaan

Hendi bercerita, Panut meninggal dunia akhir Desember 2019 lalu dan baru dua bulan mengikuti program jaminan sosial yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan jaminan ini, lanjut Hendi, adalah wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang diikuti almarhum Panut sejak November 2019.

“Almarhum Pak Panut ini ikut program jaminan dengan biaya mandiri. Beliau meninggal dalam posisi tidak bekerja sehingga mendapatkan total jaminan sebesar Rp 42 juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, bagi peserta yang meninggal saat bekerja bisa terkaver sebesar Rp 175 juta.

Baca juga: Ini Cara Klaim Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Sebelum Pensiun

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Regional
Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Regional
Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Regional
Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

Regional
25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

Regional
Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Regional
Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Regional
Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Regional
Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Regional
Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Regional
Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Regional
KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
'Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri...'

"Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri..."

Regional
Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Regional
komentar di artikel lainnya