Kompas.com - 10/02/2020, 12:46 WIB
Surat pengunduran diri Ismail sebagai Koordinator Sunda Empire Aceh, sekaligus pembubaran organisasi Sunda Empire di Aceh. Screenshot/ Iwan Bahagia SPSurat pengunduran diri Ismail sebagai Koordinator Sunda Empire Aceh, sekaligus pembubaran organisasi Sunda Empire di Aceh.

BENER MERIAH, KOMPAS.com -  Koordinator Sunda Empire Aceh, Ismail (50), menyatakan mundur dari jabatannya setelah video sejumlah kegiatannya di organisasi tersebut viral di media sosial.

Pengunduran diri Ismail yang juga mewakili seluruh pengurus Sunda Empire Aceh tertuang dalam surat yang dikeluarkan pada 2 Februari 2020 dan ditandatangani di atas materai.

“Dengan ini menyatakan pengunduran diri saya dan seluruh pengutus Sunda Empire Earth Empire Wilayah Area I dibawah koordinasi saya, dan sekaligus pembubaran secara resmi Development committee/ Panitia Pembangunan,” tulis Ismail pada surat yang yang diterima Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Klaim Sunda Empire, Miliki 9 Dinasti dan Dana 500 Juta Dollar AS

Kemunculan video kegiatan Sunda Empire Aceh di sejumlah media cetak dan elektronik pada pertengahan Januari 2020, menjadi alasan pertama yang dituangkan Ismail pada surat tersebut.

Karena menurutnya, setelah video itu viral, keadaan masyarakat menjadi tidak nyaman

Baca juga: Tak Mau Disamakan dengan Sunda Empire, Kerajaan Mulawarman Tunjukkan SK Kemenkumham

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan tertarik bergabung

Pada poin kedua, Ismail menjelaskan perihal munculnya Sunda Empire sejak 2004, yakni panitia pembangunan.

Namun ia tidak menyebutkan pembangunan yang dimaksud.

Kemudian pada tahun 2017, organisasi itu focus kepada program kemanusiaan dengan sepuluh bidang, yakni bidang social welfare, health for all, finance, research dan technology, education for all, justice for all, human resources, natural resources, infrastructure dan rescue.

Oleh karena alasan itu, tulis Ismail, pihaknya tertarik bergabung karena beranggapan pembangunan didaerah bukan hanya tugas dari pemerintah semata, melainkan merupakan tanggungjawab moral semua masyarakat.

Baca juga: Anggota Sunda Empire Tergiur Deposito 500 Juta Dollar AS, Polisi Minta Keterangan Kedutaan Swiss

 

Berhadapan dengan persoalan hukum

Berikutnya Ismail mengulas persoalan keterlibatan tiga petinggi Sunda Empire dalam kasus hukum, dengan tuduhan membuat keonaran dan berita bohong ditengah masyarakat.

Ia menganggap ketiga orang tersebut belum mendapatkan putusan inkrah dari pengadilan.

Meski demikian Ismail tetap mengajukan pengunduran diri sekaligus membubarkan organisasi tersebut.

Baca juga: Para Tersangka Bentuk Kerajaan Sunda Empire demi Mendapatkan Pengaruh

Kemudian Ismail mengungkapkan bahwa pengurus Sunda Empire Wilayah Nusantara Area I yang semula bernama Development Commitee tidak pernah melakukan kegiatan di luar perintah pimpinan pusat organisasi tersebut, yakni Nasri Bank, selaku Grand Prime Minister yang berada di Bandung.

“Dan kegiatan kami tidak pernah melanggar hukum negara dan agama, hanya kegiatan sederhana seperti silaturahmi anggota, temu ramah anggota, dan sosialisasi program kemanusiaan kepada anggota, tidak lebih dari itu. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keamanan,” ulas Ismail.

Baca juga: Mengenal Rangga Sasana Sekjen Sunda Empire, Lahir di Brebes dan Dikenal Sebagai Profesor

Merasa tidak nyaman, dicemooh dan dibully

Sementara video kegiatan Sunda Empire Aceh yang sempat beredar di media sosial membuat Ismail serta pengurusnya tidak nyaman.

Sehingga membuat keluarga syok dan mendapat hukuman moral dari masyarakat berupa hinaan, cacian cemoohan dan bullying.

Baca juga: Fakta Lengkap 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Diperiksa Kejiwaannya hingga Terancam 10 Tahun Penjara

“Sekali lagi, kami selaku Koordinator beserta jajaran Sunda Empire memohon maaf sebesar-besarnya atas perbuatan kami kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman atas peristiwa ini,” seperti tertulis dalam surat itu, disertai tambahan kalimat terutama kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota, masyarakat Aceh pada umumnya, masyarakat Kabupaten Bener Meriah khususnya.

“Karena kami manusia biasa tidak luput dari dosa dan noda,” sebut Ismail.

Seperti halnya surat pengunduran diri, pada poin terakhir surat itu Ismail menyebutkan bahwa pengunduran surat itu dibuat tanpa unsur paksaan dari pihak mana pun.

Baca juga: Kesbangpol Subang: 15 Anggota Sunda Empire Mengundurkan Diri

 

Enggan bahas Sunda Empire

Sementara itu ditemui di rumahnya di kawasan Pondok Baru, Bener Meriah, Aceh, Ismail mengaku tidak ingin membahas tentang Sunda Empire, karena sudah dijelaskan dalam surat pengunduran diri yang telah dikirimkannya kepada awak media melalui pesan singkat.

“Saya tidak mau membahasnya lagi, suratnya sudah diterimakan? Itu semua alasan sudah disampaikan,” kata Ismail, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Perdana Menteri dan Kaisar Sunda Empire adalah Suami Istri, Anggota Sebut Bunda Ratu Agung

Ia juga kecewa karena para pihak membawa statusnya sebagai PNS dalam keterlibatannya dengan Sunda Empire.

“Tolong supaya tidak membawa label PNS, karena ini adalah persoalan pribadi,” tutupnya.

Baca juga: Mengenal Rangga Sasana Sekjen Sunda Empire, Lahir di Brebes dan Dikenal Sebagai Profesor



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X