Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Pemkot Semarang Percepat Pembangunan Melalui Battom-Up, Begini Caranya

Kompas.com - 07/02/2020, 19:30 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tugu, Jumat (7/2/2020). DOK. Humas Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tugu, Jumat (7/2/2020).

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Pemerintah Kota ( Pemkot) Semarang berkomitmen untuk melaksanakan percepatan pembangunan wilayah.

Salah satu caranya, menurut Hendrar Prihadi, termasuk dengan mengakomodasi usulan perencanaan pembangunan dari bawah (bottom-up).

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan itu saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tugu, Jumat (7/2/2020).

"Untuk itu, saya meminta semua pihak memaksimalkan platform Musrenbang," kata Hendi, seperti keterangan tertulisnya.

Menurutnya, Musrenbang merupakan sarana penting bagi masyarakat guna menyampaikan usulan kepada Pemkot Semarang mengenai prioritas dan program apa yang perlu dilakukan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Ini Upaya Nyata Pemkot Semarang Dukung Pengembangan UMKM dan Koperasi

Hendi pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan Musrenbang untuk menyampaikan gagasan, usulan, ide guna peningkatan pembangunan di wilayahnya sehingga dapat dilakukan dengan cepat.

”Beberapa kali saya didatangi oleh warga yang mengadu adanya jalan yang rusak di kampungnya. Lalu, saya tanya apakah itu sudah disampaikan saat Musrenbang belum?” ceritanya.

Kemudian, Hendi pun mendapati fakta ternyata belum semua warga paham akan fungsi dari Musrenbang.

“Ini PR kita bersama untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa apa pun yang terjadi di lingkungannya harus bisa disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Baca juga: Wali Kota Semarang Dukung Kegiatan Bersifat Guyub di Stadion Citarum

Hendi menambahkan, cara menyampaikannya bisa melalui Musrenbang, dirinya langsung, medsos, kegiatan jalan sehat, atau lewat lurah dan camat.

Alokasikan anggaran 1 Miliar

Pada kesempatan yang sama, Hendi juga menyebut mulai tahun 2021 mendatang, setiap kelurahan di Kota Semarang akan mendapatkan alokasi anggaran minimal Rp 1 miliar.

Dia mengatakan, anggaran ini akan dikelola Lurah bersama masyarakat untuk meningkatkan pembangunan di lingkungannya dan tidak termasuk honor RT, RW, LPMK, dan Karang Taruna.

Hendi menyebut pengalokasian anggaran ini termasuk bagian dari pembangunan bottom up.

“Dengan ditentukannya jumlah anggaran yang dikelola, Lurah akan memiliki tambahan titel yaitu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran,” ungkapnya.

Baca juga: Melebihi Kuota, 51 Minimarket di Kabupaten Semarang Akan Ditutup

Itu berarti, lanjutnya, lurah harus rajin berkeliling untuk membuat program prioritas di lingkungannya dan berkomitmen untuk kreatif dan inovatif sesuai aturan agar membuat wilayahnya maju.

Lebih lanjut, Hendi menerangkan, dari jumlah yang digelontorkan bagi tiap-tiap Kelurahan itu, Rp 100 juta dialokasikan untuk pemberdayaan perempuan dan kegiatan Posyandu.

Hal itu dilakukan agar anak-anak di Kota Semarang dapat memiliki asupan gizi yang baik serta terhindar dari ancaman stunting dan kekurangan gizi.

Kendala lahan di Banjir Mangkang

Sementara itu, terkait banjir yang beberapa lalu menimpa wilayah Mangkang, Hendi mengatakan, permasalahan utamanya adalah terkendala soal lahan yang belum dibebaskan.

Baca juga: Tanah di Semarang Turun 15 Cm Tiap Tahun, Ini Upaya Pemkot Semarang

Namun, lanjutnya, saat ini tujuh bidang lahan sudah dibebaskan oleh Pemkot Semarang.

“Itu berarti, tahun ini kita akan menagih janji ke Pemerintah Pusat untuk segera dilakukan normalisasi Kali Beringin dengan anggaran sebesar Rp 150 miliar,” ujarnya.

Dia berharap, dengan kesepakatan tersebut normalisasi dapat segera terealisasi sehingga tidak ada lagi cerita tentang tanggul jebol dan banjir di wilayah Mangkang.

Dalam menangani banjir, selama ini Pemkot Semarang telah melakukan normalisasi di sejumlah sungai, seperti Kali Tenggang, Kali Seringin, Kali Banger, Kali Babon, dan Kali Asin.

Selain itu, Pemkot juga mengaktifkan 49 pompa berkapasitas 7.500 – 12.000 liter per detik.

Baca juga: Cegah Penurunan Tanah, Pemkot Semarang Batasi Volume Air Tanah yang Diambil Pabrik

Dengan begitu, yang semula di tahun 2011 jumlah wilayah banjir adalah 41 persen kini berkurang menjadi 13,71 persen.

“Harapannya, tahun ini wilayah Mangkang sudah mulai tersentuh dalam penanggulangan banjir melalui normalisasi kali Beringin,” ungkapnya.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya