Cegah Penurunan Tanah, Pemkot Semarang Batasi Volume Air Tanah yang Diambil Pabrik

Kompas.com - 04/02/2020, 20:44 WIB
Gedung Lawang Sewu, di Kota Semarang, Jawa Tengah,  Jumat (28/12/2018). Lawang Sewu menjadi salah satu gedung cagar budaya kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Gedung ini menjadi landmark Kota Semarang, pada 2018 dikunjungi lebih dari 1 juta wisatawan. KOMPAS.com/NAZAR NURDINGedung Lawang Sewu, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/12/2018). Lawang Sewu menjadi salah satu gedung cagar budaya kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Gedung ini menjadi landmark Kota Semarang, pada 2018 dikunjungi lebih dari 1 juta wisatawan.

SEMARANG.KOMPAS.com - Pelaku industri di Jawa Tengah masih diizinkan mengambil air tanah hanya sebanyak 50 meter kubik per hari.

Sebagian besar pengambilan air tanah tersebut dilakukan untuk kebutuhan industri di wilayah Semarang bagian barat.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan sejumlah pabrik yang masih diizinkan mengambil sumber air tanah tersebut mayoritas beroperasi di sepanjang kawasan Kali Banteng hingga Kendal.

"Industri yang rutin melakukan pengeboran air tanah ada pabrik manufaktur, garmen, makanan dan minuman sama pabrik yang bergerak di sektor UMKM. Itu rata-rata berada di kawasan industri Mangkang, Candi dan Tugu," ujar Sujarwanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (04/02/2020).

Baca juga: Pemkot Kendari Berencana Pajaki Penggunaan Air Tanah

Sujarwanto mengungkapkan izin pengambilan air tanah tersebut diberikan karena lokasi pabrik sebagian besar masih berada di luar zona merah atau daerah larangan pengeboran air tanah.

"Di Semarang atas, area lembah di daerah Kali Banteng, Ngaliyan ke barat kendal masih boleh ambil air tanah. Di sana masih boleh. Karena untuk kepentingan operasional industri," ujarnya.

Namun, Dinas ESDM Semarang mengimbau pelaku industri untuk tidak lagi mengambil air tanah khususnya di wilayah Kecamatan Semarang Utara hingga Genuk.

Baca juga: Waspada, The Silent Killer Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X