Kompas.com - 04/02/2020, 16:49 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengenalkan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas Pemerintah Kota Semarang, Jumat (31/01/2020) KOMPAS.com/istimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengenalkan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas Pemerintah Kota Semarang, Jumat (31/01/2020)

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang mengakui adanya penurunan tanah yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang, khususnya di Semarang bagian utara dan timur.

Berdasarkan  penelitian yang telah dilakukan kelompok peneliti dari University of Amsterdam dan IHE-Delft Institute for Water Education, penurunan tanah terjadi setiap tahunnya berkisar antara 10 hingga 15 sentimeter.

Peneliti menyebut ada sebagian warga yang tiap lima tahun sekali selalu meninggikan rumahnya agar tidak tenggelam akibat banjir rob, karena permukaan tanah sudah lebih rendah dibandingkan permukaan air laut.

Baca juga: 8.023 Hektar Lahan di Pantura Tenggelam akibat Abrasi

Hal ini disebabkan karena eksploitasi air tanah yang dilakukan secara berlebihan sehingga ekstraksi air tanah di Semarang mengalami peningkatan drastis pada periode tahun 1980 sampai tahun 2000-an.

Awalnya, ekstraksi air tahan dari 0.4 juta kubik tiap tahun dan sekarang mencapai 38 juta kubik tiap tahun.

Mengetahui hal tersebut, Pemkot Semarang berupaya untuk mengatasi penurunan air tanah agar tidak berdampak kerugian yang besar bagi masyarakat Semarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khususnya di daerah rawan seperti Semarang bagian utara dan timur.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, perlu dilakukan penanganan yang serius dengan cara pengurangan pengambilan air tanah.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan upaya pembatasan pengambilan air tanah dan melakukan penanaman mangrove di pesisir untuk mengurangi abrasi.

"Kuncinya adalah pembatasan pengambilan air tanah serta melajukan penanaman mangrove di pesisir untuk mengurangi abrasi. Seperti di daerah Tapak Kecamatan Tugu, Mangunharjo, Mangkang," ujar pria yang akrab disapa Hendi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/1/2020).

Baca juga: Wali Kota Semarang Dukung Kegiatan Bersifat Guyub di Stadion Citarum

Hendi mengungkapkan, sebelumnya peraturan tentang pengelolaan air tanah sudah tertuang dalam Perda Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2013.

Namun, sejak tahun 2018 peraturan tersebut telah dicabut sehingga Pemkot Semarang kini sudah tidak berwenang.

"Untuk perda tentang pengelolaan air tanah sudah dicabut tahun 2018 dikarenakan kota sudah tidak berwenang. Saat ini kewenangan ada di pemerintah provinsi," kata Hendi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.