Mengintip Hangatnya Perbincangan Warganet soal Virus Corona di Medsos

Kompas.com - 07/02/2020, 14:53 WIB
Ilustrasi media sosial TwilightShowIlustrasi media sosial

BANDUNG, KOMPAS.comVirus corona (2019-nCov) menjadi perbincangan hangat dan masif warganet di media sosial, khususnya Facebook dan Twitter.

Dengan menggunakan artificial intellegence, Indonesia Indicator (I2) mencatat pembicaraan terkait Corona di Indonesia dipicu gencarnya pemberitaan di media online (daring).

“Sepanjang 2 Januari hingga 5 Februari 2020, isu tentang virus Corona yang diberitakan 1.339 media daring jumlahnya mencapai 53.000 berita,” ujar Direktur Komunikasi I2 Rustika Herlambang saat dihubungi Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Dampak Virus Corona, Banyak Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Kalbar Jelang Cap Go Meh

“Presiden Jokowi, Menkes Terawan, serta Menlu Retno Marsudi, menjadi influencer terbesar isu virus Corona di Indonesia,” tambah Rustika.

Menurutnya, media juga memframing isu virus Corona yang cukup berdampak dalam perekonomian di Indonesia hingga tingkat paling bawah.

Baca juga: Khawatir Terpapar Virus Corona, Pasangan Muda Ini Nyaris Gagal Menikah

 

 

Pasar tradisional waspada, bawang putih melonjak

Pasar-pasar tradisional cukup waspada terhadap virus tersebut, di antaranya tidak lagi menjual ular dan kelelawar atau binatang yang dianggap akan menularkan virus Corona.

Demikian juga dengan harga bawang putih yang melonjak karena tidak adanya pasokan bawang dari Cina.

“Demikian juga dengan nilai tukar uang yang fluktuatif menyusul berbagai perkembangan Corona di Indonesia,” kata dia.

Baca juga: Efek Virus Corona, Harga Bawang Putih di Jatim Capai Rp 46.000 per Kilogram

Dari sisi persebaran isu, virus ini menjadi perbincangan di berbagai wilayah di Indonesia. Itu artinya, isu ini dianggap sangat dekat dan menjadi perhatian masyarakat.

Di Twitter, warganet merespon isu virus Corona dengan emosi anticipation. Mereka menunjukkan kekhawatiran atas persebaran virus dan sangat mengharapkan pemerintah bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, warganet milenial paling banyak bereaksi atas isu ini, yakni sebesar 83,7 persen. Dari sisi jenis kelamin, terdapat 43,3 persen perempuan, dan 56,7 persen laki-laki.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Bawang Putih di Jateng Mulai Langka dan Harganya Meroket

 

 

Beda respons warganet Indonesia vs Malaysia

Isu virus Corona, dipercakapkan sebanyak 124.175 dari 73.534 akun. Dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), isu kesehatan ini terbagi dalam empat kelompok percakapan, dengan 28,43 persen mengaitkan isu Corona dengan isu politik, dan 71,57 persen tidak mengaitkan dengan isu politik.

“Secara umum, kekhawatiran menjadi isu yang memicu percakapan di kalangan kelompok ini,” ujar Rustika.

Percakapan dan perdebatan warganet terkait isu virus Corona di Facebook juga cukup menarik. Terdapat 65.782 aktivitas di Facebook dari 18.580 akun.

Baca juga: Warga yang Baru Pulang dari Malaysia dan Diisolasi di RSUD Soedarso Pontianak Negatif Virus Corona

Sedikit berbeda dengan situasi di media sosial Twitter, warganet facebook dari Indonesia dan Malaysia saling merespons perkembangan isu Corona di wilayah kedua negara.

Pada awalnya, warganet Facebook Indonesia merespons kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak bisa begitu saja menghentikan warga China memasuki Malaysia, sebab tidak semua warga China berasal dari Wuhan.

Hal ini terjadi karena saat itu, warga Malaysia masih melihat wabah penyakit harus disampaikan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Health Organisation (WHO).

Baca juga: Takut Virus Corona, 15 WN China Minta Perpanjang Izin Tinggal di Manado

 

 

Penolakan visa warga China

“Meski terlihat ada tekanan dari masyarakat Malaysia, pemerintah Malaysia dipercakapkan masih perlu mengikuti pedoman secara profesional, bukan berdasarkan sentimen, emosi, apalagi tekanan netizen,” kata Rustika.

Namun, dalam beberapa hari terakhir Pemerintah Malaysia sudah menolak mengeluarkan visa untuk warga RRC yang berasal Kota Wuhan, dan Provinsi Hubei tempat virus Corona muncul.

Selain itu, dalam jejaring percakapan terpisah, terlihat adanya saling memberi informasi di kalangan warganet Facebook untuk menghindari virus Corona.

Baca juga: Menkes Terawan: 1 WNI Terpapar Virus Corona, Biar Pemerintah Singapura yang Menanganinya

Isu lain yang mengemuka di Facebook adalah pertemuan Gubernur Sumatera Barat dengan turis asal Cina, serta pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan tentang metode pencegahan influenza akibat virus Corona.

“Sebanyak 48,28 persen warganet di Facebook lebih banyak berkonsentrasi pada berbagai perkembangan isu Corona di media, memberikan komentar, kekhawatiran, dan harapan pada masyarakat dan pemerintah agar lebih waspada,” pungkasnya.

Baca juga: Antisipasi Corona, Awak Kapal dari China Dilarang Turun di Pelabuhan Tanjung Priok

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X