Dampak Virus Corona, Banyak Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Kalbar Jelang Cap Go Meh

Kompas.com - 07/02/2020, 13:40 WIB
Warga keturunan etnis China berdoa merayakan tahun baru Imlek 2570 di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Selasa (5/2/2019). Perayaan Imlek akan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Cap Go Meh. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga keturunan etnis China berdoa merayakan tahun baru Imlek 2570 di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Selasa (5/2/2019). Perayaan Imlek akan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Cap Go Meh.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat (Kalbar) Yuliardi Kamal mengatakan, jumlah wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke Kalbar untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh menurun tahun ini.

Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah virus corona yang masih belum tertangani.

"Yang pasti terjadi penurunan (wisatawan asing dan lokal) karena masih maraknya soal virus corona," kata Yuliardi saat dihubungi, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Cap Go Meh, Serba-serbi Pesta Rakyat

Dia menyebut, sejak merebaknya virus corona yang bermula dari Wuhan, China, ada sejumlah rombongan wisatawan asing yang membatalkan perjalanan dan hotel.

Khususnya di Kota Pontianak dan Kota Singkawang yang menjadi pusat kegiatan Cap Go Meh di Kalimantan Barat.

"Pembatalan ini informasi dari teman-teman travel," ucap Yuliardi.

Kendati mengaku belum mendapat data detail penurunan kunjungan wisatawan tersebut, Yuliardi menyebut penyebab lain menurunnya kunjungan wisatawan adalah kebijakan pemerintah yang membatasi sementara penerbangan dari dan ke luar negeri, khususnya di China.

"Persentase penurunannya saya belum tahu detail. Namun yang jelas, dampaknya (pemesanan hotel berkurang) terasa," ujar Yuliardi.

Dia menerangkan, kebijakan pembatasan penerbangan dinilai sudah tepat.

Pemerintah memang harus memberi proteksi agar masyarakat Indonesia maupun Kalbar aman dari virus corona.

Jumlah wisatawan hanya berkurang, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X