Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Kompas.com - 25/01/2020, 09:50 WIB
Donatus Agut (54) ayah dari Yohanes Hamu yang sakit gangguan jiwa dan di pasung di Kampung Perang Ara, Desa Ngampang Mas, Kec. Borong, Kab. Manggarai Timur, NTT, Rabu, (22/1/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURDonatus Agut (54) ayah dari Yohanes Hamu yang sakit gangguan jiwa dan di pasung di Kampung Perang Ara, Desa Ngampang Mas, Kec. Borong, Kab. Manggarai Timur, NTT, Rabu, (22/1/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Tidak mudah menjadi putra atau keluarga penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang harus dipasung. Setiap hari, tentu saja mereka berharap kesembuhan pada keluarganya tersebut. 

Itulah yang dirasakan Yohanes Hamu (12) atau akrab disapa Hans, siswa Kelas I Sekolah Menengah Satu Atap (Satap) Perang Wunis, di Kampung Ara, Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia saban hari berdoa dan berharap ayahnya yang dipasung akibat derita gangguan jiwa di pondok samping dapur lekas pulih dan lepas pasungnya.

"Sebelum saya pergi sekolah, saya biasa membawa sarapan pagi buat ayah yang dipasung di pondok samping dapur. Saya sedih sekali melihat ayah saya dipasung dua kakinya," kata Hans kepada Kompas.com, saat ditemui di luar pondoknya, Rabu (22/1/2020).  

"Saya tidak berbuat apa-apa karena ayah menderita gangguan jiwa. Saya selalu berdoa agar ayah lekas pulih dan balok yang memasung dua kakinya dilepas," harapnya.

Baca juga: Soal ODGJ yang Bertahan Setelah Digigit Kobra, Dokter: Hanya Obesitas, Tak Ada Bisa Ular

Selalu berdoa untuk ayah

Dia bercerita, saban pulang sekolah selalu membawa minuman teh atau air putih kepada ayahnya di dalam pondok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian saat malam, tak lupa membawa makan malam bagi ayahnya.

"Saya bersama Mama dan tiga kakak saya sangat mencintai ayah. Namun, kami tak berdaya untuk membebaskan ayah yang dipasung karena menderita gangguan jiwa," katanya. 

"Kami berempat bersama mama selalu berdoa dan berharap ayah kami lekas pulih dan lepas pasung," doanya.

Ayah Hans yakni Donatus Agut (54), sakit sejak 2005 namun masih bisa bekerja. Pada 2012, sakitnya semakin parah dan mulai mengganggu keamanan warga sekitar, sehingga dia harus dipasung. 

Baca juga: ODGJ yang Dipatok Ular Kobra, Korban PHK yang Gagal Jadi PNS

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.