Jelajah Cikal Bakal Angkringan di Desa Ngerangan, Klaten

Kompas.com - 24/01/2020, 17:29 WIB
Ilustrasi angkringan. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAIlustrasi angkringan.

KLATEN, KOMPAS.comAngkringan atau juga biasa disebut wedangan dan Hidangan Istimewa Kampung (HIK) merupakan tempat makan murah yang banyak terdapat di Kota Solo atau Yogyakarta.

Dengan menu murah meriah seperti nasi kucing, gorengan, dan wedang jahe kisaran Rp 2.000 - Rp 4.000, angkringan kerap menjadi tempat favorit masyarakat untuk nongkrong serta bercengkerama satu sama lain.

Namun, di manakah angkringan berasal? Kompas.com pada Sabtu (18/1/2020) menelusuri tempat cikal bakal angkringan, tepatnya di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dari Kota Klaten, Desa Ngerangan berjarak sekitar 18 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Penjual angkringan pertama

Latar belakang gelar Cikal Bakal Angkringan di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul di sebelah selatan ternyata tak hanya dari kisah mulut ke mulut warga saja.

Kompas.com juga berkesempatan bertemu dengan salah satu penjual angkringan pertama yang masih hidup bernama Wiryo Jeman, seorang warga Dukuh Sawit, Desa Ngerangan.

Di usianya yang sudah 94 tahun, Pak Wiryo masih mengingat betul kisahnya saat berjualan angkringan di Kota Solo.

“Saya berjualan angkringan dulu di Kota Solo sekitar tahun 1943. Tetapi dulu awalnya tidak dengan wedang atau minuman, tetapi terikan,” kata Wiryo dalam bahasa Jawa krama.

Pak Wiryo, salah satu penjual angkringan pertama yang masih hidup.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pak Wiryo, salah satu penjual angkringan pertama yang masih hidup.

Terikan, imbuh dia, adalah menu tradisional dengan bahan masakan berupa tempe atau tahu.

“Tetapi terikan ternyata tidak begitu laku. Maka tiga bulan kemudian, ditambahkan wedang atau minuman. Lalu kemudian dagangan menjadi laku,” imbuh Wiryo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X