Kisah Martinus, Korban Selamat dari Gigitan Ular Keramek yang Mematikan

Kompas.com - 24/01/2020, 17:05 WIB
Dokter Tri Maharani (kiri) dan Martinus, seorang remaja berusia 12 tahun asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selamat dari gigitan ular berbisa. dok Tri MaharaniDokter Tri Maharani (kiri) dan Martinus, seorang remaja berusia 12 tahun asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selamat dari gigitan ular berbisa.

KUPANG, KOMPAS.com - Martinus, seorang remaja berusia 12 tahun asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), selamat dari gigitan ular bandotan puspo atau disebut ular keramek di NTT.

Ahli Toxinologi RS Daha Husada Kediri, Jawa Timur Dokter Tri Maharani, mengatakan, Martinus merupakan korban selamat pertama di Indonesia dari kasus gigitan ular dengan bisa paling mematikan itu. 

"Kasus berat korban Daboia Ruseli Siamensis ini berhasil selamat dan sebagai kasus pertama di Indonesia yang berhasil kami data," ungkap Tri ketika dihubungi Kompas.com melalui sembungan telepon, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Maharani yang langsung menangani kasus itu mengaku terharu sekaligus senang karena Martinus bisa selamat dari maut.

Menurut ahli toksikologi ini, jenis ular sangat berbisa yang menyerang Martinus diidentifikasi sebagai Daboia ruselli siamensis. Ular Bandotan puspo ini memiliki bisa yang sangat kuat sehingga kerap disebut sangat berbisa.

"Daboia ruselli siamensis adalah ular golongan Viperia ruselli," sambung Maharani.

Menurut dia, berdasarkan riset dari dr Tan Malaysia, toksin ular ini memiliki bersifat antara lain hemotoxin, myotoxin, cytotoxin, dan neurotoxin.

Artinya, bisa pada ular ini mengandung toksin yang dapat menyebabkan darah tidak bisa menggumpal lalu membuat kerusakan pada otot, sitoplasma serta kegagalan fungsi ginjal mendadak.

Baca juga: 4 Kejadian Ular Bersarang di Rumah : Sanca dalam Kasur hingga 26 Kobra Tinggal di Fondasi

Jenis ular ini, lanjut dia, memang langka karena di Indonesia hanya ada di beberapa daerah saja dengan kondisi kering dan ditumbuhi ilalang.

"Ular ini hanya ada di Pulau Jawa, itu pun di Gresik dan Surabaya, Jawa Timur, dan tahun 2019 sempat ada satu pasien di Tulungagung, dan dua tahun lalu di Semarang, tetapi tidak terkonfirmasi karena dua-duanya meninggal dunia," tutur Tri.

Baca juga: Remaja asal Lembata, NTT, Selamat dari Gigitan Ular Berbisa

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Regional
Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Regional
Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Regional
Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Regional
Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Regional
Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

Regional
25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

Regional
Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Regional
Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Regional
Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Regional
Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Regional
Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Regional
Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Regional
KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X