Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Kompas.com - 22/01/2020, 10:41 WIB
Jalan utama Cikeusal-Singaparna di Tasikmalaya terputus karena terhalang tumpukan tanah longsor akibat diguyur hujan deras, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAJalan utama Cikeusal-Singaparna di Tasikmalaya terputus karena terhalang tumpukan tanah longsor akibat diguyur hujan deras, Rabu (22/1/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Jalan Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya penghubung utama ke wilayah Ibu Kota Singaparna terputus akibat tertutup material longsoran tanah sejak Rabu (22/1/2020) pagi.

Longsor terjadi tepatnya di Kampung Sukalebar, Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, saat terus diguyur hujan deras sejak Selasa (21/1/2020) malam.

Anggota Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni Supriadi (40), sekaligus warga setempat mengatakan bahwa longsor telah menimbun ruas jalan penghubung Singaparna-Cikeusal dengan panjang material tanah longsoran sekitar 30 meter dan tingginya sekitar 2 meter menyebabkan jalan tersebut lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

"Kami telah berupaya melakukan komunikasi dengan aparat dari Polsek, Koramil dan BPBD supaya secepatnya melakukan pembersihan longsoran. Kondisi sekarang warga yang akan melintas menggunakan motor, mobil hingga pejalan kaki tidak bisa melewatinya," jelas Supriadi, Rabu pagi.

Bencana tersebut tak menimbulkan korban jiwa karena saat kejadian lokasi jalan sepi saat dini hari tadi. Namun, memasuki pagi hari rutinitas kendaraan terutama warga yang akan melintas kesehariannya memakai jalan itu masih tak bisa karena longsoran tanah masih menumpuk.

Sampai sekarang bantuan alat berat belum datang dan warga setempat masih berupaya membuka akses jalan dengan cara manual memakai alat cangkul seadanya.

Baca juga: Tertutup Material Longsor, Akses Jalan Sumedang-Garut Lumpuh 3 Jam

"Longsoran tanah seharusnya menggunakan alat berat, karena kondisi longsoran itu sangat panjang termasuk memiliki ketebalan sangat tebal. Tapi ini kasihan yang akan melintas belum bisa jadi kami warga pakai cangkul aja," tambahnya.

Meski demikian, pihaknya telah mendapatkan respon dari pihak BPBD setempat alat berat akan segera dikirimkan ke lokasi kejadian.

Sembari menunggu bantuan dari instansi terkait, warga sebagian ada yang mencoba menerobos tumpukan material longsor tersebut dengan cara jalan kaki dan motor.

Prosesnya pun memiliki kendala sulit saat melintas karena tekstur tanah merah yang licin dan sesekali dibantu didorong motornya oleh warga yang mencoba membongkar tumpukan tanah tersebut.

"Ada yang sesekali memaksakan sambil dibantu didorong motornya ramai-ramai melintasi tumpukan longsoran tanah," pungkasnya. 

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor, Akses Jalan Lintas Sumatera di Sijunjung Lumpuh Total



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X