Kompas.com - 17/01/2020, 11:34 WIB
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani, di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12/2019). KOMPAS.com/Dian Erika Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani, di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pemeriksaan pergerakan tanah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pergerakan tanah di wilayah tersebut terjadi pada Rabu, 1 Januari 2020, sekitar pukul 08.00 WIB pagi setelah sebelumnya hujan deras dengan intensitas tinggi.

Baca juga: PVMBG Sebut Potensi Gerakan Tanah di Kecamatan Sukajaya Bogor Tinggi

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa titik pergerakan tanah di Kecamatan Sukajaya.

Berikut hasil pengecekan di beberapa titik gerakan tanah tersebut:

1. Cigudeg

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada lokasi ini gerakan tanah yang dijumpai adalah longsoran bahan rombakan pada tebing bagian atas jalan dan nendatan pada badan jalan. Longsoran bahan rombakan terjadi pada lereng yang menutup badan jalan di Kebon Kalapa.

"Saat pemeriksaan jalur jalan telah normal kembali. Selain longsoran dijumpai juga nendatan pada badan jalan di tanjakan Panganten," kata Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

Pergerakan tanah juga dijumpai di sekitar perkampungan Tangseng, Kecamatan Cigudeg.

Kasbani menyebut permukiman di Kampung Citangseng dan Manglid terancam.

Baca juga: Masuki Hari ke 11, Pencarian 3 Korban Longsor Sukajaya Dihentikan

2. Desa Harkat Jaya

Di desa Harkat Jaya gerakan tanah yang terjadi adalah longsoran pada tebing yang menutup jalan antara Pasir Kupa dan Urug. Gerakan tanah juga terjadi pada lereng dan melanda permukiman di Kampung Sinar Harapan.

Gerakan tanah di Kampung Sinar Harapan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 18 rumah terlanda material longsoran.

Pada jalur jalan antara Pasir Kupa di Desa Harkat Jaya menuju Urug, sepanjang 2 Km dijumpai sebanyak 35 titik longsoran pada lereng dan menutup akses jalan.

Pada saat pemeriksaan jalan baru bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan dengan penggerak empat roda.

3. Jalur Jalan Sukajaya-Pasir Madang

Pada jalur ini terjadi longsoran-longsoran pada tebing yang menutup akses jalan.

Pergerakan tanah berupa longsoran bahan rombakan terjadi pada jalur jalan di Ciputih Desa Jayaraharja, mengakibatkan satu rumah hancur, dua rumah di atas lereng terancam.

"Jika longsoran berkembang dapat mengancam rumah-rumah lainnya yang terletak di bawah jalan," tutur Kasbani.

4. Desa Sukamulih

Di wilayah Sukamulih, pergerakan tanah terjadi pada lereng di atas badan jalan sehingga akses jalan yang menghubungkan Sukajaya–Pasir Madang tertutup, dan Lima rumah di bagian belakang perumahan terancam.

Baca juga: Pencarian Tiga Korban Longsor di Sukajaya Bogor Diperpanjang 3 Hari

5. Desa Pasir Madang

Wilayah Desa Pasir Madang merupakan wilayah dengan kejadian longsor terbanyak.

Titik-titik longsor dijumpai pada perbukitan dan di sekitar permukiman.

Kejadian tersebut mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan Sukajaya dan Cileuksa tertutup, serta beberapa ruas jalan tergerus.

"Dampak umum dari gerakan tanah ini adalah terputusnya akses jalan ke beberapa desa dan kampung di wilayah Kecamatan Sukajaya sehingga ribuan penduduk terisolir," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X