Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedang Berteduh, 5 Warga di Bogor Tersambar Petir, 2 Tewas

Kompas.com - 27/12/2019, 11:50 WIB
Afdhalul Ikhsan,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak lima orang pekerja tersambar petir di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019).

Kejadian itu menyebabkan dua orang meninggal dan tiga lainnya mengalami luka dan hingga kini tengah dirawat di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah pengolahan kayu, Kampung Anyar Sari, Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Semua berawal saat lima warga hendak beristirahat usai bekerja menggergaji kayu sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun, hujan lebat mengguyur wilayah Jasinga sehingga kelima pekerja berteduh di dalam rumah pengolahan kayu itu.

Saat itulah, petir menyambar rumah tersebut termasuk kelima pekerja di dalamnya.

Akibatnya, dua orang meninggal dunia atas nama Ratiman (53) dan Juned (31).

Sementara tiga lainnya mengalami luka-luka yakni AR (40), IJ (32), dan AL (5).

"Iya (tersambar petir), saat lagi istirahat selesai (kerja) memotong kayu," ujar Kapolsek Jasinga, AKP Lukito Sadoto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/12/2019).

Baca juga: Rumah Tersambar Petir di Sleman, Seorang Warga Terluka

Lukito mengatakan, saat kejadian seorang saksi mata di sekitar lokasi menaruh curiga karena sebelumnya melihat kilatan petir menyambar salah satu rumah.

Benar saja, saat saksi mata melihat ke dalam rumah ternyata kelima orang sudah dalam kondisi tergeletak di tanah.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa para korban dibantu warga.

Dihubungi terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Bogor, menjelaskan, petir yang menyambar sejumlah pekerja hingga tewas disebabkan karena loncatan listrik di dasar awan cumulonimbus (CB).

Prakirawan Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor, Asep Firman Ilahi menyebutkan, BMKG sudah mengeluarkan peringatan akan potensi hujan lebat di wilayah tersebut.

Menurut pantauan radar cuaca saat itu, sejak pukul 14.00 WIB sudah terdeteksi pertumbuhan awan cumulonimbus.

"Awan cumulonimbus (Cb) yang tumbuh berupa single cell yang terdeteksi di daerah Cigudeg dan bertambah besar di Jasinga. Pada pukul 15:30 WIB itu sudah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkap dia.

Pada saat itu, kata Asep, fase matang (mature) awan ini mengakibatkan fenomena hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Sementara kilat petir di wilayah Jasinga terjadi di dasar awan, akibat loncatan listrik dari awan terhadap benda pohon di tanah yang menjulang tinggi.

Baca juga: Tragedi Gunung Ringgit Pasuruan, Pelatihan Berakhir Duka, 3 Siswa Polisi Tewas Tersambar Petir

Akibatnya, loncatan listrik menyebabkan masyarakat yang berteduh di saung terkena induksi listrik tegangan tinggi dari petir.

"Iya sudah ada warning sejak pukul 15:20 WIB akan potensi hujan lebat supaya warga waspada dan menghindari tempat-tempat berbahaya," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com