Kompas.com - 11/12/2019, 13:49 WIB
Warga mulai membersihkan bak mandi, usai air pasokan dari PDAM Lamongan berangsur normal. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHWarga mulai membersihkan bak mandi, usai air pasokan dari PDAM Lamongan berangsur normal.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Air pasokan PDAM Lamongan yang sempat berubah cokelat kehitaman, imbas dari aliran Bengawan Solo yang tercemar, pada Rabu (11/12/2019) ini mulai berangsur kembali normal.

Sebagian warga, tampak mulai menguras bak mandi yang ada di rumah mereka. Menguras air sebelumnya, dan menggantinya dengan air baru yang terlihat sudah mulai bersih.

"Bersih-bersih, air sudah mulai lebih putih, enggak seperti kemarin," ujar Putra, salah seorang warga Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan kota, Lamongan, Rabu.

Baca juga: 17.000 Pelanggan PDAM Lamongan Terdampak Sungai Bengawan Solo yang Tercemar

Pasokan air tidak seperti sebelumnya yang cenderung berwarna cokelat kehitaman, seperti yang sempat terpantau di aliran Bengawan Solo yang melintas di Kecamatan Babat, Lamongan.

"Dikuras dulu untuk diganti dengan air yang baru. Meskipun masih untuk sekadar mandi dan mencuci," lanjut dia.

Sementara, Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfudi mengatakan, pasokan air yang disalurkan kepada para pelanggan sudah berangsur normal, seiring dengan usaha yang dilakukan oleh pihaknya usai mendapat komplain dari para pelanggan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mulai pagi ini kondisi air baku di intake secara bertahap sudah berubah, sehingga berimbas terhadap hasil olahan di IPA (Instalasi Pengolahan Air) Babat dan IPA Plosowahyu," terang Ali.

Hanya saja, Ali meminta masyarakat untuk lebih bersabar untuk memastikan pasokan air PDAM berubah total seperti sebelumnya. Karena hal tersebut dikatakan membutuhkan waktu.

Baca juga: Bengawan Solo Tercemar, Air PDAM Lamongan Berubah Keruh

"Secara bertahap, kami juga butuh waktu. Besok (12/12/2019) mungkin di wilayah ujung sudah kembali normal," kata dia.

Sebelumnya, Ali sempat menyebut, dari 22.500 pelanggan PDAM yang ada di Lamongan, sekitar 17.000 pelanggan di antaranya terimbas Bengawan Solo yang tercemar.

Pasokan air yang mereka dapatkan berwarna cokelat kehitaman seperti yang terlihat di aliran Bengawan Solo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.