Audit BPKP Belum Turun, Penanganan Kasus Dugaan Korupsi di Karawang Ditunda

Kompas.com - 09/12/2019, 17:20 WIB
Kepala Kejari Karawang Rohayatie menempelkan stiker imbauan anti korupsi di Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, Nagasari, Karawang, Senin (9/12/2019). KOMPAS.COM/FARIDAKepala Kejari Karawang Rohayatie menempelkan stiker imbauan anti korupsi di Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, Nagasari, Karawang, Senin (9/12/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, membidik kasus penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 di Dinas Pertanian dan sebuah SMK Negeri di Karawang, Jawa Barat.

"Kami melakukan penyelidikan DAK sebuah SMK Negeri senilai Rp 4 miliar dan Rp 9,5 miliar di Dinas Pertanian," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Rohayatie, di sela peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Wapres: Kalau Tidak Tahu Keuangan Negara, Susah Jadi Anggota BPK


Hanya saja, kata dia, pihaknya menunda menetapkan tersangka dua kasus tersebut, lantaran audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat belum turun.

"Hasil auditnya belum turun," kata Rohayatie.

Meski demikain, ia menolak penanganan kasus korupsi di Karawang terkesan lambat. Sebab, pada kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa puluhan saksi.

"Kasus DAK di SMK Negeri kami memeriksa sekitar 60 saksi. Kemudian DAK pada Dinas Pertanian sekitar 110 orang," katanya.

Pulihkan keuangan negara

Dia menambahkan, terhitung tahun 2019, pihaknya melakukan pemulihan keuangan negara yang ditangani Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara melalui tunggakan piutang mencapai Rp 6,1 miliar.

Kemudian, lanjutnya, pada Seksi Intelijen dalam melakukan pencegahan hukum (preventif), dari 17 pelaksanaan kegiatan APBD maupun APBN oleh Pemkab Karawang, total yang diselamatkan Rp 122,5 miliar.

Baca juga: KPK Datangkan Ahli Keuangan Negara di Sidang Dana Prokespen Krakatau Steel

Sedangkan, untuk pemulihan keuangan negara berdasarkan hasil garapan Seksi Pidana Umum dari tilang dan non tilang, termasuk denda perkara sebesar Rp 2,1 miliar

Adapun pada Seksi Pidana Khusus, kata dia, Kejari Karawang melakukan penyelidikan dua kasus, satu penuntutan dan eksekusi.

Kemudian uang pengganti yang berhasil masuk kas negara sebesar Rp 249,9 juta, berikut uang denda yang telah dikembalikan sebesar Rp 50 juta.

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X