Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Kompas.com - 06/12/2019, 20:03 WIB
Ilustrasi pesawat AirAsia KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOIlustrasi pesawat AirAsia

KOMPAS.com - Gara-gara hanya ingin menakuti pramugari dengan berpura-pura membawa bom, salah satu penumpang AirAsia berinisial TH diamankan petugas keamanan bandara International Adi Sucipto Yogyakarta, Jumat (6/12/2019).

"Dari pemeriksaan (barang bawaan TH) memang hasilnya negatif. Motif yang bersangkutan bercanda untuk menakut-nakuti pramugari," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama.

Menurut keterangan sejumlah saksi, salah satunya adalah kru pesawat, TH mengatakan membawa bom setelah door closed.


Baca juga: Bercanda Bawa Bom, Penumpang AirAsia di Bandara Adisutjipto Diamankan, Penerbangan Terlambat

"Jadi setelah door closed saat pesawat mau push back, penumpang inisial TH ini melontarkan candaan. Dia bercanda membawa bom disampaikan kepada air kru yang sedang on board," ujar Agus.

Sementara itu, TH yang tercatat sebagai penumpang Air Asia dengan Nomor Penerbangan QZ-8441, segera diamankan setelah saksi melapor ke petugas.

Petugas pun terpaksa meminta seluruh penumpang dan barang diturunkan dari pesawat agar memastikan tidak ada barang-barang yang membahayakan penumpang.

"Bagasi kabin dilakukan pemeriksaan ulang di SCP 2 terminal B. Jadi seluruh orang dan barang diturunkan," ujar dia.

Air Asia berencana tetap laporkan TH

Sementara itu, usai mendengar alasan TH dan telah mengaku bersalah, pihak Air Asia tetap memutuskan untuk tidak melanjutkan kasusnya.

"Air Asia memang tidak melanjutkan, tetapi nanti kita tetap akan proses karena fatal bagi penerbangan. Tetap akan kita laporkan. Karena hal seperti ini harus ada tindaklanjutnya, tidak bisa karena bercanda, minta maaf lantas selesai, kita akan laporkan ke PPNS," ujar dia.

(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor: David Oliver Purba)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Anak Buruh Migran di Bawah 'Atap' Kampung Belajar Tanoker

Melihat Anak Buruh Migran di Bawah "Atap" Kampung Belajar Tanoker

Regional
Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X