Bercanda Bawa Bom, Penumpang AirAsia di Bandara Adisutjipto Diamankan, Penerbangan Terlambat

Kompas.com - 06/12/2019, 18:09 WIB
Ilustrasi pesawat AirAsia KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOIlustrasi pesawat AirAsia

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang penumpang pesawat AirAsia tujuan Yogyakarta-Denpasar diamankan sekuriti Bandara International Adisutjipto Yogyakarta karena melontarkan candaan membawa bom, Jumat (6/12/2019).

"Iya betul, memang telah terjadi candaan bom. Tadi tepatnya jam 08.15 WIB," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, saat dihubungi, Jumat (06/12/2019).

Baca juga: Bercanda Bawa Bom Dalam Pesawat, FN Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Penumpang tersebut berinisial TH, penumpang AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-8441 dengan rute Yogjakarta-Denpasar.


Saksi yang mendengar candaan TH ada dua, salah satunya kru pesawat.

"Jadi setelah door closed saat pesawat mau pushback, penumpang inisial TH ini melontarkan candaan. Dia bercanda membawa bom disampaikan kepada air crew yang sedang on board," ujar Agus.

Air crew lantas melaporkan ke pilot apa yang disampaikan oleh TH. Dari laporan itu, diputuskan, seluruh penumpang dan barang diturunkan dari pesawat untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

"Bagasi kabin dilakukan pemeriksaan ulang di SCP 2 terminal B. Jadi seluruh orang dan barang diturunkan," ujar dia.

Sementara penumpang berinisial TH diamankan ke AVSEC (Aviation Security) Bandara International Adisutjipto. Petugas memeriksa TH beserta barang bawaannya.

"Dari pemeriksaan (barang bawaan TH) memang hasilnya negatif. Motif yang bersangkutan bercanda untuk menakut-nakuti pramugari," ujar Agus.

Setelah pemeriksaan dan dipastikan semua aman, penumpang lainnya kembali ke pesawat. Pukul 08.45 WIB pesawat diberangkatkan.

Namun, penerbangan TH dan temanya dibatalkan.

"Sebenarnya temannya bisa lanjut terbang, tetapi tadi meminta mendampingi (TH)," kata Agus.

Kasus tersebut ditangani oleh sekuriti Bandara International Adisutjipto. TH juga membuat surat pernyataan menerima konsekuensi atas perbuatannya dengan tidak diberangkatkan.

"Sebetulnya sudah ada peraturan menteri, di situ sudah dijelaskan termasuk candaan itu tidak dibenarkan, membuat penumpang panik dan juga mengganggu penerbangan," ujar dia.

Baca juga: Bercanda Bawa Bom di Pesawat, Anggota DPRD Diamankan Polisi

Seusai dengan Pasal 437 Undang-Undang 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, ancaman hukumanya pidana 1 tahun.

Namun, setelah mendengar alasan yang bersangkutan hanya candaan dan telah mengaku bersalah, pihak AirAsia memutuskan untuk tidak melanjutkan kasusnya.

"AirAsia memang tidak melanjutkan, tetapi nanti kita tetap akan proses karena fatal bagi penerbangan. Tetap akan kita laporkan. Karena hal seperti ini harus ada tindaklanjutnya, tidak bisa karena bercanda, minta maaf lantas selesai, kita akan laporkan ke PPNS," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X