6 Kasus Penyerangan Tawon Vespa Affinis, Siswa SD dan Petani Meninggal

Kompas.com - 28/11/2019, 06:36 WIB
Tawon Vespa Affinis KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoTawon Vespa Affinis
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pada tahun 2017, dua warga Klaten meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Sementara tahun 2018, sengatan tawon yang kerap dikenal tawon ndas juga menewaskan lima warga di Klaten.

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada 16 November 2019, tawon ndas adalah jenis predator.

Tawon jenis ini berbahaya bila menyengat secara berkelompok. Disengatan pertama, tawon ndas akan mengeluarkan senyawa yang memicu tawon lain dari koloninya ikut menyerang.

Baca juga: Mengenal Tawon Vespa affinis dan Bahaya Sengatannya...

Bukan hanya itu, tawon ndas juga memiliki kemampuan memasukkan racunnya ke tubuh manusia.

Jika korban sengatan memiliki alergi maka akan muncul gejala bengkak. Namun jika terkena banyak sengatan, maka korban dapat meninggal.

Berikut 6 kasus serangan tawon yang menjadi perhatian pembaca Kompas.com:

 

1. 5 siswa SD di Kediri diserang tawon

Sarang dari lebah yang menyerang 5 siswa SD di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/4/2019).Dok. Satpol.PP Kota Kediri Sarang dari lebah yang menyerang 5 siswa SD di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/4/2019).
Lima siswa SD di Kota Kediri diserang tawon ndas pada April 2019 lalu. Bahkan siswa tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

Sarang lebah tawon nda ada di belakang rumah warga yang berdekatan dengan komplek sekolah. Posisinya menggantung di atasp rumah.

Petugas dari pemadam kebakaran dan Satpol PP turun tangan untuk memindahkan sarang lebah tersebut.

Dengan berpakaian mantel khas pemadaman, petugas menyemprotkan busa ke sarang tawon lalu membungkusnya dengan kantong untuk diturunkan. Dengan semprotan itu pula petugas menghalau kawanan tawon.

Baca juga: 5 Siswa Tersengat Tawon Vespa Affinis, Satpol PP dan Damkar Kediri Turun Tangan

 

2. Kakek di Sinjai tewas kehabisan nafas saat diserang tawon

Ilustrasi tawon  Hectonichus Ilustrasi tawon
Bulu (6) warga Dusun Tajjuru, Desa Bontotengnga, Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Sulawesi Selatan ditemukan tewas dengan luka sengatan tawon di tubuhnya.

Jenazah Bulu ditemukan cucunya di sebuah kebun. Dari hasil visum luar, diketahui ada luka sengahatan lebah dan Bulu diduga meninggal akibat kehabisan nafas.

Jarak 500 meter dari kebun Bulu, warga menemukan sarang tawon dan warga memusnahkan sarang tersebut dengan cara dibakar agar tidak lagi menyerang warga.

Baca juga: Seorang Kakek Tewas Saat Diserang Tawon, Diduga Kehabisan Nafas

 

3. Di Klaten, 2 orang tewas disengat tawon

Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinisSHUTTERSTOCK/YOD67 Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis
Sengatan tawon juga menewaskan 2 warga Klaten yakni Warsomo (87) asal Kecamatan Wonosari dan Lanjarwati (62) asal Kecamatan Wedi.

Warsomo diserang puluhan tawon pada Rabu (6/11/2910). Ia meninggal pada Rabu (12/11/2019) setelah mendapat perawatan.

Saat kejadian, Warsomo tak sengaja menyenggol sarang tawon di pekarangan rumahnya saat hendak ke kamar mandi.

Sementara Lanjarwati tewas setelah dikeroyok tawon saat akan mengambil pakan ternak.

Lagi-lagi, Lanjar tidak sengaja menyenggol sarang tawon. Nyawa Lanjar tidak terselamatkan walaupun sempat menjalani perawatan.

"Kejadiannya itu siang hari. Sempat dibawa ke dokter. Tapi malamnya tidak tertolong dan meninggal," kata Eddy Setiawan, salah satu petugas Damkar Klaten saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Sengatan Tawon Berujung Kematian, Siswa SD di Garut hingga Petani di Klaten Jadi Korban

 

4. Satu siswa SD di Garut tewas disengat tawon

Foto tawon yang menyerang empat siswa di Kabupaten GarutPemadam Kebakaran Kabupaten Garut Foto tawon yang menyerang empat siswa di Kabupaten Garut
Armi Fauzi (11) siswa SDN Samarang 1 asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, meninggal dunia karena disengat tawon, Rabu (20/11/2019).

Sementara, dua teman Armi, yaitu Saeful Ulum (13), Muhammad Rizki (13) dan adik Armi, Elzar (10) mengalami belasan luka sengatan. Diketahui tawon bersarang tak jauh dari rumah mereka.

Peritiwa tersebut berawal saat mereka mencoba membongkar sarang tawon di salah satu rumah warga.

Mereka naik dari lantai satu masjid dengan membawa kayu panjang untuk membongkar sarang tawon dan kardus untuk menutupi wajahnya.

Begitu kayu dicolokan pada sarang, tawon-tawon yang ada di sarang pun langsung menyerang keempat anak itu.

“Begitu tawonnya nyerang, mereka langsung berlarian. Rizki masuk bak kamar mandi setelah melompati jendela, Armi tidak bisa melompat jendela, karena jendelanya tinggi,” ujar Neni, nenek korban saat ditemui di kediamannya di Kampung Nangela, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: 4 Siswa SD Disengat Tawon, 1 Tewas

 

5. Di Bekasi, 2 anak diserang tawon

Ilustrasi tawonsodapix sodapix Ilustrasi tawon
Dua anak tersengat tawon di Perumahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Kamis (21/11/2019) malam.

Sarang tawon tersangkut di pohon dekat mushala kerap meresahkan warga.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan pihak Damkar ke lokasi untuk menyingkirkan sarang tawon yang cukup besar tersebut.

"Posisi tawon tergantung di samping Mushola. Yang tersengat tawon itu adalah dua orang anak setelah pulang mengaji berdasarkan info dari warga sekitar maka dari itu warga menghubungi pihak damkar minta di eksekusi sarang tawon agar tidak ada korban tersengat lagi," kata Aceng, salah satu warg saat dikonfirmasi, Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

 

6. Petani di Tuban tewas diserang tawon

Petugas BPBD Tuban saat memusnahkan sarang tawon ndas, usai seorang warga meninggal dunia akibat serangan hewan tersebut.Dok. BPBD Tuban Petugas BPBD Tuban saat memusnahkan sarang tawon ndas, usai seorang warga meninggal dunia akibat serangan hewan tersebut.
Japar (51), warga Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tewas disengat tawon jenis vespa affinis

Japar disengat saat ia sedang mengairi ladang jagungnya pada Senin (18/11/2019).

Petani tersebut sempat menjalani rawat jalan setelah dibawa ke Puskesma Soko. Namun Japar meninggal pada Minggu (24/11/2019).

Kasubag Humas Polres Tuban, Iptu Suganda saat dihubungi, Selasa (26/11/2019) mengatakan ada ratusan bekas sengatan tawon di rubuh Japar.

Sebelum meninggal, kondisi Japar memburuk dan ia mendapat perawatan di RSUD Dr Koesma, Tuban.

Baca juga: Lagi, Serangan Tawon Vespa Affinis Renggut Korban Jiwa, Kali Ini Petani di Tuban

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Dandy Bayu Bramasta, Rachmawati, Ari Maulana Karang, Dean Pahrevi, Hamzah Arfah | Editor: Sari Hardiyanto, Aprillia Ika, David Oliver Purba, Ambaranie Nadia Kemala Movanita)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Regional
Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X