Satu Kampung di Karawang Terancam Hilang akibat Abrasi Laut

Kompas.com - 27/11/2019, 12:33 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat mengunjungi rumah warga yang terkena abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (26/11/2019) sore. KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat mengunjungi rumah warga yang terkena abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (26/11/2019) sore.

KARAWANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menemukan satu kampung di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terancam hilang akibat abrasi laut.

Hal tersebut, kata dia, didapati saat mengunjungi kampung tersebut.

"Satu kampung nyaris hilang akibat abrasi. Sekarang yang tersisa tinggal satu masjid dan satu rumah, itu pun dapurnya sudah hilang," kata Dedi kepada Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Dia menambahkan, abrasi telah mengikis tanah hampir 200 meter, yang sebagian tanah ditempati rumah warga.

Baca juga: Warga Terdampak Abrasi di Karawang Bakal Direlokasi ke Rumah Kontrakan

Dikatakan Dedi, sempadan pantai terkikis abrasi akibat pohon yang berfungsi sebagai pelindung tanah dari ombak laut, habis dibabat untuk budi daya udang dan ikan bandeng.

Akibat tanahnya diterjang abrasi bertahun-tahun, warga satu kampung pindah ke lokasi yang lebih aman, seperti area tambak dan kuburan China.

Saat ini, kata Dedi, Pemkab Karawang memang sudah menyiapkan tanah untuk merelokasi warga. Sementara pembangunan rumah akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Namun, menurut Dedi, esensinya bukan itu. Masalah relokasi dan pembangunan rumah terdampak abrasi serta pembuatan sabuk pantai adalah teknis.

Baca juga: Atasi Abrasi, Monumen Perdamaian akan Dipasang Infrastruktur Permanen

Tapi yang menjadi persoalan penting adalah pengawasan terhadap sempadan pantai relatif lemah. Kearifan dalam pengelolaan laut telah hilang.

"Kalau sekadar buat tanggul, itu teknis. Terpenting, kearifan pengelolaan laut yang hilang. Masyarakat sudah kehilangan kearifan dalam pengelolaan laut, termasuk konservasi," ujarnya.

Dia menjelaskan, hilangnya kearifan dalam pengelolaan laut disebabkan intervensi para pebisnis di sektor perikanan.

"Yang harus dilakukan yakni kembali membangun kesadaran arti penting pengelolaan sumber daya laut dan penanaman kembali pohon bakau di sempadan pantai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X