Cetak Rekor Dunia Lari 100 Meter Para Atletik, Karisma Evi: It's Okay To Be Not Perfect

Kompas.com - 27/11/2019, 06:10 WIB
Pelari Indonesia, Karisma Tiarani berlomba pada nomor final lari 100 meter putri T63 pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 di Dubai, Rabu (13/11/2019) malam. Karisma berhasil memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 14,72 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Christopher Pike/pras. REUTERSPelari Indonesia, Karisma Tiarani berlomba pada nomor final lari 100 meter putri T63 pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 di Dubai, Rabu (13/11/2019) malam. Karisma berhasil memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 14,72 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Christopher Pike/pras.

KOMPAS.com - Seorang gadis penyandang tunadaksa asal Boyolali, Jawa Tengah, berhasil raih medali emas dan pecahkan rekor dunia di nomor 100 meter putri di ajang kejuaraan World Para Athletics Championships 2019, di Dubai, Uni Emirat Arab.

Karisma Evi Tiarani, gadis kelahiran 19 Januari 2001 tersebut, pun menuturkan, ketekunan berlatih dan rasa cintanya terhadap olah raga lari menjadi modal utama dirinya.

"Saya menyukai olahraga lari sejak kelas 2 SMP. Lari adalah olahraga pertama yang benar-benar saya tekuni," kata Evi, sapaan akrabnya.


Baca juga: Cerita Karisma Evi Tiarani, Atlet Para Atletik yang Pecahkan Rekor Dunia

Gadis yang mengidolakan atlet juara lompat jauh Maria Natalia Londa tersebut mengakui, keterbatasan fisik tidak dijadikan alasan untuk menjadi yang terbaik.

Dirinya pun mengajak para penyandang disabilitas untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam diri masing-masing.

"It's okay to be not perfect! Jangan malu, ayo kita tunjukkan potensi yang dimiliki. Latihan dan terus latihan, terus fokus dan pantang menyerah," pesan Evi.

Siap tanding di Asean Paragames dan Olimpiade Paralimpik

foto2- Karisma Evi Tiarani memecahkan rekor dunia dalam kejuaraan World Para Athletics Championships 2019, Dubai, Uni Emirat Arab pada Rabu (13/11/2019).KOMPAS.com/ISTIMEWA foto2- Karisma Evi Tiarani memecahkan rekor dunia dalam kejuaraan World Para Athletics Championships 2019, Dubai, Uni Emirat Arab pada Rabu (13/11/2019).

Saat ini, Evi sedang bersiap menghadapi Asean Paragames di Filipina dan Olympiade Paralympik di Tokyo. Evi pun berharap akan mendapat hasil terbaik dalam ajang tersebut.

Seperti diketahui, kedisiplinan dari seorang pelatih Pelatnas Selamet Widodo dan PLPP Komarudin, membuat Evi dapat meraih prestasi maksimal di ajang olahraga dunia para atletik di Dubai.

Dirinya sempat tidak menyangka akan meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia dalam ajang tersebut.

"Tidak menyangka, karena lawannya lebih senior dan sudah berpengalaman mengikuti ajang ini. Saya baru pertama kali," kata Evi.

(Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: David Oliver Purba)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X