Viral Foto Lansia Tidur di Ranjang Semen, Ini Faktanya

Kompas.com - 25/11/2019, 11:44 WIB
Para lansia tidur di ruangan khusus di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo. surya.co.id/rahadian bagus priambodoPara lansia tidur di ruangan khusus di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Foto sejumlah lansia yang tidur di ranjang yang terbuat dari semen viral di media sosial.

Disebutkan, foto tersebut adalah waarga lansia yang dirawat di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo.

Dilansir dari Surya.co.id, Agus Setyo Pramno (31) salah satu petugas perawat di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo menjelaskan ranjang yang terbuat dari semen tersebut dilapisi busa spon dan karpet anti air.

Baca juga: Viral, KA dari Jakarta Dilempari Batu di Surabaya, 2 Penumpang Luka

Ranjang tersebut ada di perawatan khusus.

"Yang viral di media sosial itu ruangan Perawatan Khusus (PK), ada 19 tempat tidur beton atau semen yang dilapisi spon dan karpet anti air. Jadi tidak benar kalau mereka tidur di atas kasur semen tanpa dilapisi," kata Agus saat ditemui panti yang beralamat di Desa Turi, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jumat (24/11/2019) siang.

Ia menjelaskan busa pelapis ranjang semen akan dilepas saat lansia yang menggunakan kasur tersebut meninggal dunia.

"Jadi kalau ada lansia yang meninggal, spon atau kasur busa, dilepas," jelasnya.

Baca juga: 5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Ruangan dan kasur khusus itu didesain untuk lansia yang sudah tidak dapat berjalan atau stroke sehingga BAB dan BAK dilakukan di atas ranjang. Desain ranjang membuat petugas membersihkan.

"Makanya dilapisi karpet anti air, jadi kalau ada yang bab tinggal disiram, nanti dibersihkan pakai spon, kemudian dilap pakai kanebo," katanya.

Baca juga: Meski Dianiaya hingga Videonya Viral, Warsidi Tak Mau Cucunya Dipenjara

Menurutnya saat ini ada 9 lansia yang dirawat di ruang PK perempuan.

Saat siang hari, para lansia yang di ruang PK sering menggunakan ranjang semen tanpa busa untuk tiduran karena dingin.

"Nah, biasanya kalau siang hari yang tidak ada lapisannya itu dipakai tiduran sama mereka. Mungkin karena tidak ada lapisannya jadi dingin, mereka senang tidur di situ kalau siang. Mungkin itu yang difoto kemudian viral," katanya.

Setelah foto tersebut viral di media sosial, Agus mengatakan banyak dermawan yang berkunjung ke Panti Dhuafa Lansia Ponorogo untuk memberikan sumbangan pada warga panti termasuk perwakilan dari Kementerian Sosial.

Baca juga: Viral Video Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Ternyata gara-gara Pakan Ikan

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Viral Puluhan Lansia Tidur Beralas Ranjang dari Semen di Ponorogo, Begini Faktanya

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X