Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Kompas.com - 22/11/2019, 20:25 WIB
Akses jalan di Tanjung Sani, Agam, Sumatera Barat yang tertutup akibat longsor kembali pulih pada Jumat (22/11/2019) malam Dok: Camat Tanjung RayaAkses jalan di Tanjung Sani, Agam, Sumatera Barat yang tertutup akibat longsor kembali pulih pada Jumat (22/11/2019) malam

PADANG, KOMPAS.com - Sempat terputus selama 48 jam, akhirnya akses jalan kabupaten di Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dapat dibuka, Jumat (22/11/2019) pukul 19.00 WIB.

Hanya saja, akses jalan baru bisa dilalui oleh mobil gardan ganda. Selain mobil jenis itu, masih belum bisa lewat karena jalan masih digenangi lumpur.

Jalan raya di Jorong Galapuang itu tertutup akibat longsor dan banjir badang pada Rabu (20/11/2019) pukul 18.30 WIB.


Baca juga: Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Agam Diperpanjang 15 Hari

"Alhamdulillah, setelah semua tim bekerja keras akhirnya akses jalan sudah bisa dibuka. Hanya saja, baru terbatas mobil double gardan yang bisa lewat," kata Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Handria mengatakan, kondisi terakhir jalan masih becek akibat lumpur, namun jalan sudah bisa dilalui.

"Mudah-mudahan tidak ada material longsor yang turun. Kondisi belum stabil karena daerah tersebut masuk zona merah. Jika hujan deras, material longsor bisa turun dan menutupi jalan," ujar Handria.

Handria memperkirakan Sabtu (23/11/2019) pagi, akses jalan bisa terbuka untuk semua jenis kendaraan, termasuk roda dua.

"Masih ada sedikit lagi yang dikerjakan. Besok pagi mudah-mudahan sudah selesai dan akses jalan bisa dilewati semua jenis kendaraan," kata Handria.

Baca juga: Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang melanda Muko-Muko, Tanjung Raya, Kabupaten Agam sejak sore hingga malam, Rabu (20/11/2019) selain merenggut satu nyawa, juga menyebabkan banjir dan longsor di daerah Galapuang, Tanjung Sani, Tanjung Raya.

Di daerah Galapuang, Tanjung Sani, terjadi banjir dan longsor yang menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid rusak.

Selain itu, menyebabkan akses jalan menjadi tertutup total akibat material longsor menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter lebih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X