Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kompas.com - 21/11/2019, 08:38 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Hampir 19 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2001. Sonto Wiryo yang saat itu berusia 65 tahun berniat memotong dahan pohon waru yang menumpang di dahan pohon mangg.

Pohon tersebut tumbuh di dekat rumahnya di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rencana tersebut sempat dilarang Mukijem, istrinya karena dianggap berbahaya.

Namun Sonto tetap melakukan niatnya. Sekali tebas, dahan langsung patah dan pohon kembali tegak.

Baca juga: Tangannya Menggantung-gantung Patah Belasan Tahun, tapi Sonto Wiryo Tetap Semangat Bekerja

Nasib berbeda dialami Sonto. Ia terlontar melewati pohon durian dan terbentur pohon kajar.

Sonto jatuh dari ketinggian 9 meter.

Nartono dan kakaknya, kerabat Sonto langsung membantu pria yang dipanggil Pak Tua tersebut. Dalam kondisi sadar Sonto muntah darah. Ia lalu dilarikan ke RSUD Wates lalu dirujuk ke Yogyakarta.

Hampir 3 bulan Sonto menjalani perawatan di rumah sakit. Sonto alami luka dalam dan tangannya patah jadi dua.

Baca juga: Kisah Pilu Dewi: Ditinggal Suami Saat Hamil, Anak Meninggal hingga Dibawa Paksa Ojek Online

 

Jual kebun untuk pengobatan

Kadang, mereka yang penasaran akan patahnya tangan Sonto Wiryo (84 tahun), mencoba memegang, menekan-nekan. Sementara orang lain memandang dengan perasaan ngilu. Mbah Sonto hanya diam dan senyum saja. Kakek renta ini hidup di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Kadang, mereka yang penasaran akan patahnya tangan Sonto Wiryo (84 tahun), mencoba memegang, menekan-nekan. Sementara orang lain memandang dengan perasaan ngilu. Mbah Sonto hanya diam dan senyum saja. Kakek renta ini hidup di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini.
Untuk mencukupi kebutuhan biaya rumah sakit, Sonto dan keluarganya terpaksa menjual kebun seluas 3.600 meter per segi.

Di kebun tersebut terdapat pohon durian, manggis bahkan petai.

Kala itu pengobatan yang dilakukan fokus pada luka dalam, hingga tangan Sonto yang patah jadi dua terlambat ditangani.

Tulang tangan kanan Sonto tidak tersambung sempurna hingga menggantung. Selain itu Sonto kehilangan suaranya. Saat berbicara, suara Sonto terdengar parau.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Penderita Kista Asal Cianjur, Pernah Tampil di Depan Jokowi

"Yang tersisa adalah suaranya yang parau," kata Nartono (44), kerabat Sonto kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.