Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kompas.com - 21/11/2019, 08:38 WIB
Rumah Sonto Wiryo (84 tahun) di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah mereka jadi lokasi produksi gula merah rumahan. Rumah ini berada di antara jurang dan tebing. KOMPAS.COM/DANI JULIUSRumah Sonto Wiryo (84 tahun) di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah mereka jadi lokasi produksi gula merah rumahan. Rumah ini berada di antara jurang dan tebing.
Editor Rachmawati

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Penderita Kista Asal Cianjur, Pernah Tampil di Depan Jokowi

"Yang tersisa adalah suaranya yang parau," kata Nartono (44), kerabat Sonto kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

19 tahun setelah kejadian tangan kanan Sonto tidak lagi normal.

Pada daging lengan atas berbentuk tonjolan tulang patah, sehingga lengan bagian bawahnya menggantung.

Barno (48) anak bungsu Sonto mengatakan tulang lengan ayahnya yang menggantung tertahan urat dan otot.

Untuk aktivitas sehari-hari, dia mengandalkan tangan kirinya.

"Niki patah. Mboten saget (Ini patah. Tidak bisa). Kulo dawah saking inggil (saya jatuh dari atas)," kata Sonto dengan suara parau.

Baca juga: Kisah Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun, Murid Saat di SMP Jadi Dosen di Kelas hingga Raih IPK 3,5

Penderes nira kelapa

Sonto muda dikenal sebagai penderes kelapa. Kala itu ia bisa memanjat 20 pohon nira miliknya. Sedangkan sang istri yang memasak nira jadi gula.

Produksi gula merah itu menjadi penghasilan utama bagi keluarganya,

Namun saat ini, Sonto dan istrinya mengandalkan cucunya untuk menyadp nira.

Sehari-hari Sonto mencari bahan bakar untuk produksi gula nira dengan mengandalkan tangan kirinya. Mulai pagi hingga sore ia mengumpulkan kayu bakar dan pelepah pohon pisang serta ranting kering.

Baca juga: Kisah Warga Pulau Ende, Turun Temurun Terpaksa Minum Air Sumur yang Rasanya Asin

Ia juga mencari pakan untuk kambing peliharaannya di sekitar desanya yang memiliki kontur tebing dan jurang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X