Bawa Bangkai Babi Pakai Becak Motor, Pria Ini Kepergok Patroli Polisi

Kompas.com - 20/11/2019, 12:41 WIB
Hormat Sianturi (kanan) saat ditangkap dengan satu bangkai babi di becak motornya. Dia berniat menguburkannya di belakang rumahnya lantaran lokasi penguburan bangkai babi penuh. KOMPAS.COM/DEWANTOROHormat Sianturi (kanan) saat ditangkap dengan satu bangkai babi di becak motornya. Dia berniat menguburkannya di belakang rumahnya lantaran lokasi penguburan bangkai babi penuh.

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Hormat Sianturi (65) ditangkap tim Pegasus Polsek Sunggal pada Selasa (19/11/2019) malam. 

Menurut keterangan pria ini, ia berniat membawa bangkai babinya dari lokasi kandang ke pekarangan belakang rumahnya untuk dikubur karena lokasi penguburan bangkai babi penuh.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi membenarkan penangkapan pria tersebut ketika dikonfirmasi oleh Kompas.com, Rabu (20/11/2019). 

Hormat Sianturi tercatat sebagai warga Kecamatan Medan Sunggal, Medan. Ia ditangkap sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Pasca-penangkapan Pembuang Bangkai Babi, Polisi Periksa 3 Peternak

Penangkapan Hormat Sianturi dilakukan saat tim Pegasus Polsek Sunggal berpatroli dan memantau di seputaran Desa Helvetia. Patroli iitu guna mengantisipasi pembuangan bangkai babi secara sembarangan.

Patroli itu dilaksanakan bersama dengan para Kepala Dusun di Desa Helvetia di seputaran lingkungan yang ada ternak babi.

"Saat itu ditemukan ada seorang laki-laki mengendarai becak motor barang sedang membawa seekor bangkai babi yang dibawa dari tanah garapan di Jalan Karya 7 Ujung Dusun 6 Desa Helvetia Kecamatan Sunggal," kata Yasir Ahmadi.

Baca juga: Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Alasan posko kuburan babi penuh

Sinar Hari Bulolo (59) mengangkat bangkai babi yang hendak dibuang di wilayah Helvetia, Deli Serdang. Dia ditangkap tim Pegasus Polsek Sunggal pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 01.30 wib. Dia diupah Rp 500 ribu oleh pemilik bangkai babi dari Simpang Jalan Karya 7/Jalan Kapten Sumarsono Deksa Helvetia, Sunggal Deli Serdang.Istimewa Sinar Hari Bulolo (59) mengangkat bangkai babi yang hendak dibuang di wilayah Helvetia, Deli Serdang. Dia ditangkap tim Pegasus Polsek Sunggal pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 01.30 wib. Dia diupah Rp 500 ribu oleh pemilik bangkai babi dari Simpang Jalan Karya 7/Jalan Kapten Sumarsono Deksa Helvetia, Sunggal Deli Serdang.
Barang bukti yang didapat dari Hormat Sianturi berupa satu bangkai babi dan satu unit becak barang.

Hasil dari interogasi kepada Hormat, diperoleh informasi bahwa ia memilki kandang babi di tanah garapan di Jalan Karya 7 Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.

Pelaku, kata dia, memiliki ternak babi sebanyak tujuh ekor. Bangkai babi itu, merupakan miliknya yang dibawa dari dalam kandangnya di tanah garapan itu.

Bangkai babi tersebut akan dibawa ke kediamannya di Jln. Mega Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal untuk dikubur di belakang rumahnya.

Baca juga: Diupah Rp 500.000 untuk Buang Bangkai Babi, Sinar Hari Ditangkap Polisi

"Alasan dibawa dari kandang babi dengan tujuan ke rumahnya di karenakan tempat penguburan di lokasi penguburan dengan nama posko sudah penuh," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Sunggal juga menangkap Senang Hati Bulolo karena kedapatan membawa dua bangkai babi dengan becak barangnya setelah diupah Rp 500.000 oleh seseorang yang tidak dikenalnya.

Prosesnya berlanjut dan pada Selasa (19/11/2019), polisi sudah memeriksa tiga orang peternak  babi.

Baca juga: Gara-gara Bangkai Babi, Pengunjung Danau Siombak Susut, Baru Turun dari Mobil Langsung Muntah

Kasus bangkai babi dibuang ke sungai

Dua orang polisi memeriksa seorang peternak babi di wilayah Sunggal. Pasca penangkapan Senang Hati Bulolo, polisi mengamankan tiga orang peternak babi yang diduga memiliki keterkaitanIstimewa Dua orang polisi memeriksa seorang peternak babi di wilayah Sunggal. Pasca penangkapan Senang Hati Bulolo, polisi mengamankan tiga orang peternak babi yang diduga memiliki keterkaitan
Sebelumnya diberitakan, kasus kematian babi karena virus hog cholera atau virus kolera babi dan karena african swine flu atau demam babi afrika meresahkan warga Sumatera Utara.

Tercatat, hingga kini ada ribuan babi yang mati karena penyakit tersebut.

Bangkai-bangkai babi bahkan dibuang begitu saja oleh pemiliknya ke sejumlah aliran sungai di Sumut. Bangkai babi bahkan terbawa hingga Aceh. 

Selain baunya yang menyengat, bangkai babi yang dibuang juga dikhawatirkan akan berdampak pada warga di sekitar aliran sungai.

Baca juga: Warga Enggan Makan Ikan, Takut Kena Virus Demam Babi Afrika dari Bangkai Babi

 

Bahkan warga enggan mengkonsumsi ikan sungai hasil tangkapan nelayan. 

Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari sebelumnya mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Krimsus Polda Sumut untuk menindaklanjuti pelaku yang membuang bangkai babi.

Para pelaku terancam pidana 10 tahun penjara dengan pasal pencemaran lingkungan.

"Kita masih lidik yang buang ke sungai. Kita juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman di atas 10 tahun," ujar Edy, saat dihubungi, Senin (11/11/2019). 

Baca juga: Polisi Bikin Tim Gabungan Selidiki Kasus Buang Bangkai Babi ke Sungai



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayar Pajak dengan Uang Koin, Pedagang Mainan Ini Berpesan agar Tidak Dikorupsi

Bayar Pajak dengan Uang Koin, Pedagang Mainan Ini Berpesan agar Tidak Dikorupsi

Regional
Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Regional
Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Regional
Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Regional
Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Regional
Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Regional
Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Regional
Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Regional
Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Regional
Menyoal Foto Bugil 2 Pria di Gunung Gede Pangrango, Terduga Pelaku Sebut untuk Riset Tema Tubuh

Menyoal Foto Bugil 2 Pria di Gunung Gede Pangrango, Terduga Pelaku Sebut untuk Riset Tema Tubuh

Regional
Pantai Tuing Indah dan Pantai Pulau Punggur, Destinasi Wisata Baru di Babel

Pantai Tuing Indah dan Pantai Pulau Punggur, Destinasi Wisata Baru di Babel

Regional
Ini Pengakuan Pria yang Bunuh Istrinya Saat Sedang Hamil 7 Bulan

Ini Pengakuan Pria yang Bunuh Istrinya Saat Sedang Hamil 7 Bulan

Regional
Jenazah Satu Keluarga Korban Kebakaran Legok Dimakamkan di Satu Liang

Jenazah Satu Keluarga Korban Kebakaran Legok Dimakamkan di Satu Liang

Regional
Menegangkan, Kakak Selamatkan Adik dari Gigitan Buaya di Dalam Laut, Ini Kronologinya

Menegangkan, Kakak Selamatkan Adik dari Gigitan Buaya di Dalam Laut, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X