Polisi Bikin Tim Gabungan Selidiki Kasus Buang Bangkai Babi ke Sungai

Kompas.com - 12/11/2019, 14:52 WIB
Camat Medan Marelan, M. Yunus mengubur 351 bangkai babi dikubur di 5 titik di sekitar Danau Siombak. Saat ini tim masih menarik dan mendorong bangkai babi yang masih mengapung di Sungai Bedera dan membuat satu lubang besar untuk menampung bangkai babi. KOMPAS.COM/DEWANTOROCamat Medan Marelan, M. Yunus mengubur 351 bangkai babi dikubur di 5 titik di sekitar Danau Siombak. Saat ini tim masih menarik dan mendorong bangkai babi yang masih mengapung di Sungai Bedera dan membuat satu lubang besar untuk menampung bangkai babi.

MEDAN, KOMPAS.com - Aparat polisi dan pemerintah sudah mengingatkan masyarakat agar tidak membuang bangkai babi ke sungai maupun ke hutan.

Namun, bangkai babi masih terus ditemukan mengapung di sungai. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis Ikhwan menjelaskan, secara hukum, Polda Sumut sudah membuat tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terhadap pembuang bangkai ke sungai.

"Sementara ini masih dalam penyelidikan. Kami dari Polres Pelabuhan Belawan, Polsek Medan Labuhan, dan anggota TNI serta instansi terkait melakukan patroli menyisir sungai di wilayah kami mana tau ditemukan bangkai babi," katanya, Selasa (12/11/2019). 

Baca juga: Ratusan Bangkai Babi yang Mengapung di Danau Siombak Dikubur

Sebelumnya, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edi Safari mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan krimsus Polda Sumut untuk menindaklanjuti tersangka yang membuang bangkai babi ke alur sungai dan bisa membuat orang sakit.

Ketika ditanya apakah sudah ada yang menjadi tersangka dalam kasus ini, menurutnya saat ini pihaknya masih lidik. "Kita masih lidik yang buang ke sungai. Kita juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman di atas 10 tahun," katanya.

Baca juga: Penguburan Ratusan Bangkai Babi di Medan Batal Dilakukan, Ini Sebabnya

Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia beberapa waktu lalu juga mengimbau agar masyarakat tidak membuang bangkai babi ke sungai maupun ke hutan. Hal tersebut untuk menghindari penyebaran virus hog Cholera ke ternak babi lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X