[POPULER NUSANTARA] Sopir Travel Paksa Penumpangnya Oral Seks | Seorang Wanita Tewas Tertimpa Pohon Kelapa

Kompas.com - 20/11/2019, 06:45 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.

KOMPAS.com - ASP (32), sopir travel yang paksa penumpangnya berinisial Y (23), untuk oral seks di dalam mboil, akhirnya ditahan dan ditetapkan tersangka oleh polisi.

Penetapan tersangka itu berdasarkan keterangan korban serta barang bukti yang didapatkan penyidik.

Berita polisi tahan sopir travel yang paksa penumpangnya orang seks masih menjadi perhatian pembaca Kompas.com.

Sementara itu, berita seorang wanita tewas tertimpa pohon kelapa juga jadi perhatian pembaca.

Amira (29) warga kelurahan Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Sulawesi Barat, tewas setelah tertimpa pohon kelapa tumbang saat melintas di sebuah perkampungan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (19/11/2019).

Evakuasi korban berjalan dramatis, karena warga yang hendak menolong korban tak bisa berbuat apa-apa lantaran badan korban tertindih pohon kelapa sepanjang 50 meter lebih.

Setelah dua jam tertindih pohon, akhirnya pohon yang menimpa tubuh korban bisa disingkirkan dengan alat berat yang didatangkan warga.

Berikut ini lima berita populer nusantara:

 

1. Sopir travel yang paksa penumpang oral seks ditahan

Ilustrasi Pelecehan SeksualShutterstock Ilustrasi Pelecehan Seksual

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto mengatakan, ASP sopir yang memaksa penumpangnya untuk oral seks di dalam mobil sudah ditahan.

Penahanan itu dilakukan setelah sebelumnya ASP dibekuk petugas usai menerima laporan dari Y. Selain itu, berdasarkan keterangan korban serta barang bukti yang didapatkan penyidik.

Hasil pemeriksaan, ASP terbukti telah melakukan tindak asusila terhadap Y.

"Tersangka sudah ditahan. Meskipun ia membantah, seluruh barang bukti dan keterangan korban sudah menguatkan," kata Eko, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Polisi Tahan Sopir Travel yang Paksa Penumpangnya Oral Seks

 

2. Seorang wanita tewas tertimpa pohon kelapa

Seorang wanita pengendara motor tewas tertimpa pohon kelapa yang tumbang di Polewali Mandar, Selasa (19/11/2019).KOMPAS.COM/JUNAEDI Seorang wanita pengendara motor tewas tertimpa pohon kelapa yang tumbang di Polewali Mandar, Selasa (19/11/2019).

Amira (29), warga Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, tewas setelah tertimpa pohon kelapa tumbang saat melintas di sebuah perkampungan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (19/11/2019).

Setelah hampir dua jam tertindih pohon kelapa bersama motornya, akhirnya korban berhasil dievakuasi setelah alat berat yang didatangkan berhasil mengangkat pohon kelapa dan menggesernya ke sisi jalan.

Warga setempat, Busman mengatakan, saat kejadian, angin tidak terlalu kencang, namun diduga pohon kelapa yang tumbang tersebut telah rapuh dimakan usia.

“Mungkin pohonnya sudah lapuk karena sebagian batangnya sudah keropos. Waktu kejadian angin tidak terlalu kencang,” jelasnya.

Aparat kepolisian setempat kini tengah menyelidiki penyebab tumbangnya pohon kelapa tua tersebut.

Kepolisian kini tengah mengumpulkan keterangan saksi sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Seorang Wanita Tewas Tertimpa Pohon Kelapa, Jasadnya Tertindih Selama 2 Jam

 

3. Fakta lengkap teror pelemparan sperma di Tasikmalaya

Pelaku pelemparan sperma saat dimintai keterangan petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pasca ditangkap di lokasi persembunyiannya, Senin (18/11/2019).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Pelaku pelemparan sperma saat dimintai keterangan petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pasca ditangkap di lokasi persembunyiannya, Senin (18/11/2019).

Aparat Polres Tasikmalaya akhirnya berhasil menangkap pria yang melakukan teror pelemparan sperma kepada wanita di Tasikmalaya, Senin (18/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Pelaku diketahui bernama Sidiq Nugraha (25). Pelaku ditangkap di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, saat bersembunyi di sebuah ruangan lantai dua rumah saudaranya.

Ditangkapnya pelaku ini setelah sempat viral di media sosial dan adanya laporan dari korbannya bernama LR (43) warga Kawalu, Tasikmalaya.

Asep, ketua RT setempat, mengaku tak mengetahui kasus apa yang menimpa salah seorang warganya itu.

"Saya juga kaget Sidiq ditangkap oleh polisi. Kirain tadi siapa orang yang ke rumah saudaranya itu," katanya kepada wartawan, Senin siang.

Baca juga: Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

 

4. Bangkai babi Sumut lintasi sungai Aceh, warga resah

Petugas gabungan menyeret bangkai babi mengunakan perahu di aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut.ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI Petugas gabungan menyeret bangkai babi mengunakan perahu di aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut.
 

Puluhan bangkai babi dalam beberapa hari ini tiba-tiba melintas mengikuti arus air di kawasan sungai Lae Souraya, Kota Subulussalam, Aceh.

Bangkai babi yang hanyut sudah dengan keadaan membusuk dan menimbulkan bau yang menyengat dan membuat sungai Lae Souraya tercemar.

Warga khawatir bangkai babi tersebut mengandung virus kolera atau virus demam babi afrika yang selama ini marak diberitakan.

Wakil Wali Kota Subulussalam Salmaza mengimbau kepada warga untuk sementara tidak cemas dan memastikan jika menggunakan air, adalah air yang mengalir.

"Secara dampak karena bangkai tadi hanyut dengan air yang deras, tidak akan memberikan efek apapun, tapi karena sebagian besar warga kita adalah muslim, pastinya ini menimbulkan keresahan," kata Salmaza, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

 

5. Kabupaten Cianjur daerah paling rawan bencana

IlustrasiMAST IRHAM/EPA Ilustrasi

Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, Kabupaten Cianjur tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling rawan bencana di Indonesia.

"Wilayah Kabupaten Cianjur ini paling rawan bencana. Sehingga harus siap siaga setiap saat dan perlunya pembekalan soal mitigasi bencana agar tidak bingung saat terjadi bencana," kata Rendra saat pembekalan mitigasi bencana kepada perangkat pemerintah, personel TNI/Polri di Cianjur, Selasa (19/11/2019).

Selain itu, Rendra meminta masyarakat mengurangi aktivitas di zona-zona merah untuk menghindari jatuhnya korban jika bencana terjadi.

“Mitigasi bencana dan keterlibatan semua pihak menjadi hal yang mutlak dalam menghadapi ancaman bencana ini,” katanya.

Baca juga: Cianjur Waspada Ancaman Tsunami dan Letusan Gunung Berapi

 

Sumber: KOMPAS.com (Aji TK Putra, Firman Taufiqurrahman, Junaedi, Daspriani Y Zamzami | Editor: Farid Assifa, Robertus Belarminus, Candra Setia Budi, Aprili Ika)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X