Protes Kenaikan Premi BPJS di DPRD Sukoharjo, Warga Mulai Sadar Pentingnya Kesehatan

Kompas.com - 14/11/2019, 22:59 WIB
Teatrikal buruh dengan memakai kostum pocong menolak kenaikan premi BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen di depan Kantor DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANITeatrikal buruh dengan memakai kostum pocong menolak kenaikan premi BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen di depan Kantor DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/11/2019).

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Ratusan buruh di Sukoharjo, Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Peduli Buruh (FPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/11/2019).

Mereka menolak kenaikan premi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mencapai 100 persen. Mereka menilai kenaikan premi BPJS Kesehatan mencapai 100 persen membuat rakyat semakin sengsara.

Di tengah aksi tersebut ditampilkan teatrikal dampak kenaikan premi BPJS Kesehatan. Teatrikal diperagakan empat orang buruh. Mereka ada yang berperan sebagai pengusaha, BPJS dan buruh dengan memakai kostum pocong.

"Dampaknya (kenaikan BPJS Kesehatan) tidak hanya ke buruh. Tapi juga keluarganya. Mungkin buruh punya keluarga sehingga harus membayar premi tersebut untuk keluarganya," kata Ketua FPB Sukoharjo, Sukarno.

Sukarno mengungkap, seharusnya dengan kenaikan premi tersebut harus diimbangi dengan pelayanan kesehatan yang baik. Justru, sebaliknya masih ada ketimpangan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

"Di Sukoharjo ada 35.000 buruh yang masuk dalam keanggotaan BPJS Kesehatan," urainya.

Baca juga: Gubernur Bali Keberatan Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan

Aspirasi warga dibawa ke Jakarta

Selain menolak kenaikan premi, para buruh juga menolak revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurut di dalam UU itu terdapat beberapa pasal yang drafnya sudah masuk ke prolegnas, yaitu salah satunya terkait pensiun.

Massa aksi ditemui anggota DPRD Sukoharjo untuk diajak untuk beraudiensi. Ada 15 perwakilan buruh yang ikut masuk ke gedung DPRD untuk beraudiensi dengan dipimpin Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi.

"Aspirasi sudah kita sampaikan ke DPR RI secara tertulis sudah. Hari ini mereka datang lagi ya kita tanggapi," kata Wawan.

Pihaknya mengatakan siap mengantarkan perwakilan buruh berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Rencana mereka akan berangkat ke Jakarta pada 21- 22 Desember 2019.

"Dari DPRD nanti kita utus Komisi IV," ujar Wawan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X