Ridwan Kamil "Putar Otak" Hadapi Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Pilih Asuransi Swasta?

Kompas.com - 10/09/2019, 11:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (10/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai menyusun rencana untuk menyikapi rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ridwan mengatakan, masih melakukan kajian terhadap sejumlah opsi untuk meng-cover jaminan pelayanan kesehatan masyarkat.

"Kami akan teliti, kan ujungnya yang penting masyarakat ter-cover kesehatannya," ujar Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (10/9/2019).

Salah satu opsinya, kata Emil, ia akan mencari perusahaan asuransi swasta yang memiliki kualitas lebih baik dari BPJS Kesehatan, namun dengan harga yang lebih murah.

Baca juga: Ibu Kota Baru Dikritik Ridwan Kamil Terlalu Luas, Ini Komentar Gubernur Kaltim

 

"Sekarang kalau BPJS dinaikan, pertanyaannya apakah ada asuransi swasta yang harganya lebih murah kualitas lebih tinggi, kami sedang kaji pilihan-pilihan itu. Tapi, utamanya, bagaimana keterjangkauan jadi sebuah solusi," ungkap dia.

Adapun soal opsi pemberian subsidi, Emil menilai hal itu mesti dihitung secara matang dan memperkirakan dampaknya terhadap APBD.

"Kalau solusinya sebagian berpindah atau solusinya pemprov atau pemda meng-cover tambahannya atau subsidi, itu juga kan harus dihitung terhadap APBD seperti apa. Jadi tidak serta-merta tiap kenaikan berharap pemerintah daerah meng-cover. Kalau ada uangnya enggak masalah, kalau enggak ada juga kan harus adil. Intinya, kami sedang mengkaji solusi yang memudahkan masyarakat selain BPJS," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk kelas I dan II masih menuai polemik publik.

Namun, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, angka kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu harusnya lebih tinggi.

Baca juga: Ridwan Kamil Cari Sekda yang Tak Berpolitik

"Sepanjang 2018, total iuran dari peserta mandiri adalah Rp 8,9 triliun, namun total klaimnya mencapai Rp 27,9 triliun. Dengan kata lain, claim ratio dari peserta mandiri ini mencapai 313 persen," ujar dia, dalam akun Facebooknya, Jakarta, Minggu (8/9/2019).

"Dengan demikian, seharusnya kenaikan iuran peserta mandiri lebih dari 300 persen," sambung dia.

Namun, pemerintah hanya memutuskan untuk menaikan iuran hanya 100 persen untuk peserta kelas I dan II. Sementara kelas III naik 65 persen.

Nufransa mengatakan, keputusan itu diambil karena pemerintah juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat membayar iuran. Sehingga kenaikan ini tidak terlalu memberatkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X