Begini Cara Gubernur Gorontalo Tekan Kasus Panah Wayer di Gorontalo

Kompas.com - 12/11/2019, 09:46 WIB
Beberapa anak panah wayer yang disita polisi ketika melakukan razia di Kota Manado. Kompas.com/Ronny Adolof BuolBeberapa anak panah wayer yang disita polisi ketika melakukan razia di Kota Manado.

GORONTALO, KOMPAS.com – Maraknya kasus penganiayaan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan panah wayer membuat geram warga Gorontalo.

Mereka tak segan melepas anak panah yang terbuat dari besi yang diruncingkan dengan pengait di ujungnya kepada warga.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai peran orangtua dan guru sangat diperlukan.

“Saya minta orangtua awasi anak-anak. Jam 22.00 Wita anak belum pulang harus dicari!. Kalau ayam atau kambing tidak pulang pasti dicari. Ini anaknya tidak pulang jam 12 malam tidak dicari,” kata Rusli Habibie, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Kasus Panah Wayer Resahkan Warga Gorontalo, Korbannya Tak Pandang Bulu

Menurut Rusli Habibie, pengawasan anak tidak cukup hanya dilakukan oleh guru dan aparat. Dengan jumlah guru sangat terbatas, peran orangtua diharapkan menjadi garda terdepan untuk membina mental sang anak.

Rusli Habibie juga mengancam akan memecat orangtua yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Gorontalo, apabila anaknya terlibat pelaku panah wayer.

“Saya sangat serius soal ini, karena menyangkut masa depan bangsa. Narkoba, miras dan lain-lain lebih jahat. Pernah Gorontalo urutan kelima narkoba. Bayangkan penduduknya sedikit, urutan kelima,” ujarnya.

Baca juga: Panah Wayer Marak di Bitung, Satu Set Dijual Rp 50.000

Menurut dia, kenakalan remaja usia sekolah sangat kontraproduktif dengan upaya pemerintah memajukan sumber daya manusia di Gorontalo.

“Kita sudah bangun Sekolah Polisi Negara (SPN), tahun depan ada juga Sekolah Calon Bintara (Secaba). Itu siapa nanti yang sekolah di situ? Ya kalian pelajar ini yang kami siapkan. Tapi kalau kalian merokok, narkoba, miras mau jadi apa kalian?,” sambung Rusli Habibie.

Ia juga menekankan pengawasan sekolah terhadap siswa yang membawa senjata tajam, merokok, miras dan narkoba. Pihak sekolah diminta tidak segan mengeluarkan siswa apabila terlibat dalam kegiatan itu.

"Guru diminta bertanggung jawab, jika tidak maka bersiap dimutasi atau dipecat. Sekolah juga wajib membuat aplikasi bagi guru dan orangtua untuk memonitor kehadiran siswa, laporan hasil studi dan rekam jejak setiap anak," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Regional
Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

Regional
Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X