Kasus Panah Wayer Resahkan Warga Gorontalo, Korbannya Tak Pandang Bulu

Kompas.com - 06/11/2019, 13:28 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

GORONTALO, KOMPAS.com – Warga Kota Gorontalo sejak beberapa pekan terakhir resah akibat sering terjadinya kasus penganiayaan oleh orang tidak bertanggung jawab dengan melepaskan panah wayer.

Panah wayer adalah anak panah yang terbuat dari besi, biasanya dari jeruji sepeda yang diruncingkan bagian ujungnya yang ditembakkan dengan karet seperti ketapel.

Korban panah wayer ini tidak pandang bulu, siapa saja bisa menjadi korban, terutama pada malam hari.

Sudah beberapa kali kasus ini menimpa pada pengendara ojek online, warga yang melintas di jalan tanpa harus kenal atau berurusan kasus dengan pelakunya.

Baca juga: Tiba-tiba Bacok Pengendara Motor di Tengah Jalan, 2 Pelaku Diduga Klitih Ditangkap

Korban terakhir adalah Pinkan (17), warga Kelurahan Siendeng  yang dibonceng temannya saat melintas di perempatan jalan Bali Kelurahan Paguyaman pada Selasa malam (5/11/2019). 

Paha kanannya tertembus panah wayer yang dilepas seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Pinkan dan juga temannya merasa tidak ada selisih paham sebelumnya, tiba-tiba saja mendapat serangan panah wayer yang dilepas oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Aksi Klitih Terjadi di Bantul, Seorang Pemuda Alami Luka di Wajah

Resahkan warga

Kasus-kasus penganiayaan dengan panah wayer sebelumya yang diungkap oleh kepolisian menunjukkan tidak ada hubungan perselisihan sebelumnya, pelaku panah wayer menyasar siapa saja yang menjadi korbannya.

Penyerangan panah wayer di Kota Gorontalo yang meresahkan masyarakat ini langsung ditanggapi oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Rachmad Fudail.

"Saya sudah instruksikan kepada Kapolres Kota Gorontalo untuk segera mengungkap para pelaku panah wayer dan tindak tegas sesuai aturan," kata Irjen Rachmad Fudhail, Rabu (6/11/2019).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekeringan, Warga Paranggupito Wonogiri Jual Emas dan Ternak untuk Beli Air Bersih

Kekeringan, Warga Paranggupito Wonogiri Jual Emas dan Ternak untuk Beli Air Bersih

Regional
Kapolda Sulteng soal Petani Diduga Dibunuh MIT di Poso: Itu Sangat Keji

Kapolda Sulteng soal Petani Diduga Dibunuh MIT di Poso: Itu Sangat Keji

Regional
Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung Masih Dibuka

Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung Masih Dibuka

Regional
Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Regional
Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X