Karhutla Masih Membara, 7 Helikopter "Waterbombing" Tak Beroperasi karena Izin Terbang Habis

Kompas.com - 11/11/2019, 18:14 WIB
Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kelurahan Sri Mulya Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan. Kebakaran itu saat ini telah mendekati kediaman warga, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kelurahan Sri Mulya Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan. Kebakaran itu saat ini telah mendekati kediaman warga, Selasa (15/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh unit helikopter waterbombing yang bertugas untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terpaksa berhenti beroperasi sementara lantaran izin terbang para pilot asing yang telah habis.

Sedangkan, dua unit helikopter lain ditarik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana karena kontrak yang tidak diperbaharui.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, sebelumnya ada sembilan unit helikopter waterbombing yang bertugas untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Kunjungan ke Kalimantan, Dedi Mulyadi Terima Masukan soal Gaji Satgas Karhutla


 

Namun, saat ini seluruhnya tak dapat lagi dioperasikan karena izin terbang yang telah habis.

"Kita masih ada tujuh helikopter waterbombing lagi di Pangakalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang. Tapi belum bisa terbang karena izinnya habis. Total sembilan, namun dua sudah ditarik ke pusat," kata Ansori, Senin (11/11/2019).

Ansori menjelaskan, proses perpanjangan izin terbang saat ini sedang dilakukan. Dalam waktu dekat, tujuh helikopter waterbombing akan kembali beroperasi memadamkan api.

Untuk sementara, proses pemadaman yang wilayahnya masih terbakar akan dilakukan dengan menurunkan tim satgas gabungan dari darat.

"Perpanjangan izin terbang ini dilakukan karena gubernur Sumsel memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat asap di Sumsel selama 20 hari, dari 10 November menjadi 30 November, lataran kebakaran yang belum mereda," ujarnya.

Baca juga: Usai Karhutla, Riau Bersiap Hadapi Banjir dan Langsor

Dari catatan BPBD Sumsel, luas lahan yang terbakar saat ini telah mencapai 361.857 hektare. Dari total tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi lokasi luasan lahan terbakar terbanyak, yakni 204.974 hektare.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X