Penjelasan Imigrasi Ngurah Rai Terkait Kaburnya Pelaku "Skimming" Rp 7 Triliun Buronan Amerika

Kompas.com - 09/11/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

BADUNG, KOMPAS.com - Pihak Imigrasi Ngurah Rai menanggapi terkait kaburnya buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), yang diserahkan ke pihak Imigrasi pada 23 Oktober.

Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas l TPI Ngurah Rai Bali Setyo Budiwardoyo menyampaikan, Rabie saat diserahkan ke pihak Imigrasi statusnya adalah sebagai orang bebas.

Dinyatakan bebas karena Pengadilan Negeri Denpasar menolak semua catatan jaksa secara keseluruhan.

Sebagaimana peraturan Keimigrasian, warga negara asing (WNA) yang menjalani sidang putusan bebas, maka akan diserahkan ke Imigrasi. Hal tersebut untuk proses administrasi Keimigrasian.

"Karena statusnya WNA, maka jaksa membebaskan dan menyerahkan ke Imigrasi seperti orang asing yang selesai menjalani hukuman," kata Setyo, saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Buronan Amerika Pelaku Skimming Rp 7 Triliun Kabur dari Imigrasi Bali

Kemudian, sebelum dipulangkan, harus ada dokumen keimigrasian seperti paspor. Namun, pada saat diserahkan ke Imigrasi, tak ada paspor.

Sehingga, paspor atau dokumen lainnya tersebut dimintakan ke pihak kedutaan.

Maka, saat itu Rabie yang statusnya adalah WNA yang tak memiliki izin tinggal yang menjadi tanggung jawab institusinya.

Setyo mengatakan, saat itu pihaknya menempatkan Rabie dalam pengawasan. Namun, dia tidak secara spesifik menyebutkan tempatnya.

Setyo hanya mengatakan di area tertentu yang diizinkan oleh institusi.

Yang jelas, kata Setyo, bukan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) karena statusnya adalah orang bebas atau tak berpekara.

"Di Imigrasi, di area tertentu yang kita izinkan. Kita tak bisa melepaskan karena dia tak ada izin tinggal," ujar dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X