Kasus Pembunuhan Mantan Wartawan di Sumatera Utara, Ditemukan Mengenaskan di Parit Belakang Gudang

Kompas.com - 05/11/2019, 11:16 WIB
Ilustrasi jurnalisme Getty Images/iStockphotoIlustrasi jurnalisme
Editor Rachmawati

KOMPAS.com- Kasus pembunuhan dua pria - salah satunya mantan wartawan - di Labuhanbatu, Sumatera Utara, dikhawatirkan menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap pekerja media di Indonesia.

Hingga Senin (4/11/2019), polisi sudah mengerucutkan sejumlah nama pelaku pembunuhan terhadap Maraden Sianipar dan Martua Parasian Siregar yang masih dalam proses pengejaran.

"Identitasnya sudah diketahui tapi masih belum bisa tertangkap," ujar Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui pesan singkat.

Setidaknya sudah ada 11 saksi yang diperiksa, beberapa di antaranya berasal dari perusahaan minyak kelapa sawit PT Sei Alih Berombang (SAB) yang menguasai lahan tempat ditemukannya kedua jasad korban.

Baca juga: Suami Istri Ditemukan Tewas Tergantung di Jembatan Labuhanbatu

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes (Pol) Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan bahwa Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu telah membentuk tim untuk menangani kasus tersebut.

"Sifatnya Polda Sumatera Utara memback up penanganan kasus," kata Tatan melalui sambungan telepon, "Kita tunggu, mudah-mudahan segera terungkap, ini tim lagi bekerja di lapangan."

Jasad Maraden (55 tahun) dan Martua (42 tahun) masing-masing ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada hari Rabu (30/10/2019) dan Kamis (31/10/2019) di parit belakang gudang PT Sei Alih Berombang (SAB), hanya terpisah 200 meter dari satu sama lain.

Baca juga: Misteri Tengkorak di Sumur Tua Labuhanbatu, Polisi Temukan Fakta Baru

Polisi menyebut Maraden sebagai mantan wartawan mingguan lokal, Pilar Indonesia Merdeka (Pindo Merdeka), sekaligus mantan calon anggota legislatif pada pileg 2019, sedangkan Martua merupakan aktivis sebuah lembaga swadaya masyarakat.

Keduanya disebut kerap menjembatani sengketa lahan antara warga lokal dengan pemilik lahan perkebunan kelapa sawit, PT Sei Alih Berombang (SAB).

Baca juga: 7 Pegawai Puskesmas Labuhanbatu Terjaring OTT, Uang Rp 188 Juta Disita


Rentetan aksi kekerasan terhadap jurnalis

Kasus pembunuhan Martua dan Maraden yang mantan wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara, menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap pekerja media di Indonesia. Getty Images Kasus pembunuhan Martua dan Maraden yang mantan wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara, menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap pekerja media di Indonesia.
Kasus pembunuhan Martua dan Maraden yang mantan wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara, menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap pekerja media di Indonesia.

Menurut data yang dihimpun lembaga nonprofit Committee to Protect Journalists, setidaknya ada 10 wartawan Indonesia yang tewas karena pemberitaan yang mereka publikasikan sejak era '90-an - delapan di antaranya tewas dibunuh.

Salah satunya Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, wartawan Bernas yang kasusnya tak tuntas diusut polisi hingga saat ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X