0
KILAS DAERAH

Kilas Daerah Banyuwangi

Kisah Sukses Desa Tembokrejo, Kelola Sampah dan Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan

Kompas.com - 30/10/2019, 18:15 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (29/10/2019). Dok. Humas Pemkab BanyuwangiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (29/10/2019).

KOMPAS.com – Dahulu Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi menjadi wilayah dengan permasalahan sampah yang cukup kompleks. Masyarakat desa tersebut terbiasa membuang sampah ke sungai, bahkan laut.

“Namun, berkat kerja keras dari aparat desa bersama Systemiq, kini perilaku warga mulai berubah drastis. Kesadaran peduli sampah tumbuh pesat,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Perubahan tersebut merupakan peran aktif mantan kepala Desa Tembokrejo Sumarto bersama organisasi non-pemerintah internasional Systemiq, yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria.

Mereka bekerja sama menjalankan program Stopping The Tap On Ocean Plastic (STOP), yang mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah di laut. Kepala desa dan Systemiq pun mendampingi warga mengelola persampahan secara profesional sejak April 2018 lalu.

Baca juga: Percepatan Pemerataan Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Dorong Penggunaan Teknologi

“Awalnya kami banyak diremehkan. Namun saya, Camat, dan Systemiq terus kerja. Sebagai kades saya tak kurang akal, setiap warga yang mengurus administrasi saya wajibkan untuk membayar iuran sampah,” cerita Sumarto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika ada warga yang tidak mau membayar iuran, Sumarto tidak memaksa. Namun, di sisi lain pihaknya terus melakukan sosialisasi.

Kini 8.900 warga Desa Tembokrejo telah aktif membayar iuran sampah. Alhasil, wilayah desa Tembokrejo perlahan menjadi lebih bersih.

Libatkan BUMDes

Selain iuran, Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq, Andre Kuncoroyekti menjelaskan, Systemiq turut melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola sampah.

"Sekarang 100 persen warga sudah dilayani BUMDes. Cakupannya sudah mencapai 8.900 rumah tangga di Desa Tembokrejo. Awalnya sebelum kami masuk hanya 400 rumah," jelas Andre dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (30/10/2019).

Dia menjelaskan, anggota BUMDes dilatih untuk mengoptimalkan pengangkutan, pengumpulan, dan pengolahan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Tembokrejo.

Baca juga: Kejuaraan BMX Banyuwangi dapat Nilai Excellent dari UCI

Di TPST itu, sampah dari rumah warga dipilah dan dikelola. Sampah organik dimanfaatkan untuk kompos. Ada pula budidaya larva lalat black soldier fly, yang memiliki kemampuan mengurai sampah.

“Setelah berjalan setahun, ada perubahan fisik sungai di dekat Pantai Satelit. Tumpukan sampah tidak terlalu banyak,” kata Andre.

Sementara itu, sampah non organik dipilah untuk dijual kembali. Sejak April 2018 hingga Februari 2019, jumlah sampah non organik yang dijual mencapai 10,4 ton.

Sampah organik tersebut dijual ke Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur dengan pendapatan Rp 25 juta per bulan.

Desa percontohan

Karena kesuksesan dalam mengelola sampah tersebut, Bupati Anas menjadikan Desa Tambakrejo sebagai desa percontohan bagi desa-desa lain di Banyuwangi.

Untuk itu, Anas mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo, Selasa (29/10/2019).

"Saya mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah, mulai pemilahan, pengemasan, hingga pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis," kata Anas.

Dia ingin, puluhan kepala desa dan lurah itu bisa mencontoh manajemen pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo. Sebabnya, desa ini dapat menciptakan kebersihan wilayah seraya mengubah perilaku warga agar lebih peduli pada masalah sampah.

“Program penanganan sampah harus menjadi salah satu prioritas desa yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes),” imbuhnya.

Dengan begitu, Anas berharap, seluruh wilayah di kabupaten Banyuwangi bersih dari sampah, mulai dari kota hingga desa.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.