Sebar Hoaks Teror Begal, Seorang Karyawan dan Guru SMK Ditangkap

Kompas.com - 25/10/2019, 17:16 WIB
AIT, karyawan swasta dan guru SMK di Sumedang diamankan jajaran Satreskrim Polres Sumedang, Jumat (25/10/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHAIT, karyawan swasta dan guru SMK di Sumedang diamankan jajaran Satreskrim Polres Sumedang, Jumat (25/10/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Dalam kurun beberapa pekan terakhir, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diteror isu begal.

Isu begal yang disebar melalui media sosial Facebook ini membuat warga Sumedang resah karena takut menjadi korban.

Isu adanya begal ini pun dibuat sedemikian rupa dengan menyertakan foto dan motor yang menjadi korban sasaran begal. Sehingga warga kerap termakan isu tersebut.

Setelah ditelusuri kebenaran informasi yang tersebar di media sosial tersebut, Polres Sumedang memastikan bahwa informasi tersebut hoaks.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Niki Ramdhany mengatakan, aksi teror begal di media sosial ini telah membuat warga Sumedang resah.

Baca juga: Modus Begal: Tabrakan Diri, Begitu Ditolong Langsung Todongkan Pisau ke Korban

Setelah menelusuri berbagai postingan, akhirnya pihak Satreskrim Polres Sumedang menangkap salah seorang penyebar hoaks tersebut.

Niki menuturkan, setelah kroscek informasi yang beredar di media sosial, Polres Sumedang menangkap AIT, karyawan swasta asal Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Melalui akun media sosial Facebook dengan nama Acep Agan, AIT menyebarkan informasi bahwa terjadi aksi pembegalan di kawasan Jalan Cadas Pangeran, Sumedang.

Dalam postingan yang ia sebar juga melalui grup Facebook, AIT menyertakan foto korban yang tengah dirawat di rumah sakit berikut motor yang dibawa kabur begal.

"Setelah kami telusuri, kami kroscek informasi ini, dari data postingan berikut foto-foto yang ada, ternyata informasi ini hoaks. Yang dikatakan pelaku sebagai korban ternyata baik-baik saja, orangnya sehat dan motornya juga ada di rumahnya, malah yang disebut sebagai korban ini sudah tidak keluar sejak 4 hari," ujar Niki kepada Kompas.com usai jumpa pers di Mapolres Sumedang, Jumat (25/10/2019).

Niki menyebutkan, dalam postingan yang diunggah AIT tersebut, pemilik akun lain milik HH (41), salah satu guru SMK di Sumedang, turut mengomentari dengan mendramatisir postingan hoaks tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X