Maluku Tidak Dapat Jatah Menteri, Ini Komentar Gubernur Murad

Kompas.com - 25/10/2019, 16:53 WIB
Gubernur Maluku., Murad Ismail memberikan sambutan dalam acara Muyawarah VIII Kadin Provinsi Maluku dan forum bisnis dan investasi di Hotel Santika Ambon, Jumat (25/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYGubernur Maluku., Murad Ismail memberikan sambutan dalam acara Muyawarah VIII Kadin Provinsi Maluku dan forum bisnis dan investasi di Hotel Santika Ambon, Jumat (25/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku Murad Ismail ikut angkat bicara soal tidak diakomodirnya putra Maluku di dalam Kabinet Indonesia Maju.

Murad menyatakan, tidak masuknya putra Maluku di dalam kabinet tidak perlu dipersoalkan, sebab jika hanya satu menteri dari Maluku, maka yang diperhatikan hanyalah satu bidang saja, padahal Maluku memerlukan perubahan di semua bidang.

“Kita ini 34 provinsi bos, sudalah jangan kita bicara kalau menteri cuma di satu bidang, kita ini kan memerlukan semua bidang, semua sektor harus maju,” kata Murad, kepada wartawan, seusai menghadiri acara Muyawarah VIII Kadin Provinsi Maluku dan forum bisnis dan investasi di Hotel Santika Ambon, Jumat (25/10/2019).

Baca juga: Saat Gubernur Maluku Nyatakan Perang ke Menteri Susi dan Sampaikan Ancaman di Depan Menkes

Dia mencontohkan, jika Maluku diberi jatah Menteri Kelautan, maka yang dilihat hanya sektor kelautan saja.

“Yang penting kepala daerah itu harus kenal semua menteri, itu yang penting. Semua menteri saya kenal, itu yang lebih penting,” kata dia.

Dia menyebut, jika Maluku ingin mendapat menteri sebaiknya menteri koordinator sekaligus.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurut Murad, meski ada anggapan yang menyebut Bahlil mewakili Papua, namun mantan Ketua Umum HIPMI itu juga perwakilan Maluku.

Baca juga: Kunjungi Ambon, Presiden Jokowi Bakal Nginap di Rumah Dinas Gubernur

“Jadi, kita terima saja satu perwakilan, Bahlil itu dia mau bilang dia orang Papua, dia orang Ambon, kita harus terima, yang penting kepala daerah itu harus kenal semua menteri itu yang penting,” ungkap dia.

Saat ditanya harapannya soal menteri baru yang baru dilantik, Murad mengaku optimistis mereka akan bekerja dengan baik sesuai tugasnya masing-masing.

“Kalian harus optimis dan saya sangat optimis hampir semua menteri baru itu teman saya,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X