KILAS DAERAH

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Kompas.com - 16/10/2019, 12:46 WIB
Plh Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat menerima Penghargaan pada Acara Penyerahan Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan nomor 6 Jakarta, Selasa (15/10/2019). -Plh Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat menerima Penghargaan pada Acara Penyerahan Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan nomor 6 Jakarta, Selasa (15/10/2019).

KOMPAS.com – Aplikasi Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan ( Si Perut Laper) dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat, sukses raih apresiasi dari pemerintah pusat dengan masuk Top 45 Inovasi pelayanan Publik 2019 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara RI.

"Kami bersyukur karena inovasi pelayanan publik kami kembali diapresiasi pemerintah pusat," kata Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum

Uu yang juga Wakil Gubernur Jabar mengatakan itu usai acara Penyerahan Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019, di Istana Wapres RI, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, penyerahan piagam dilakukan langsung Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla di Istana Wapres RI, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Hari Penglihatan Sedunia 2019, Waspadai Ancaman Gadget pada Mata Anak

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (16/10/2019) dijelaskan, aplikasi Si Perut Laper dapat menampilkan informasi kesesuaian lahan dan komoditas, mulai dari lahan sesuai (S1), cukup sesuai (S2), kurang sesuai (S3), hingga tidak sesuai (N).

Selain itu, Si Perut Laper dirancang untuk menampilkan faktor pembatas untuk kelas lahan di luar lahan S1. Aplikasi ini juga mampu memberi solusi rekayasa faktor pembatas melalui rekomendasi pengelolaan lahan secara mekanik dan vegetatif.

Nantinya, informasi tersebut diharapkan mampu memberi jawaban atas pertanyaan petani dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Dampak positif Si Perut Laper

Si Perut Laper hadir sejak tahun 2016. Kehadirannya pun telah memberi dampak positif terhadap peningkatan penggunaan lahan tanam S1.

Tahun 2015 sebelum hadirnya aplikasi ini, sebanyak 80 persen (390.534 hektar) dari luas tanam 488.167 hektar komoditas perkebunan ditanam di lahan luar S1.

Baca juga: Warisan Benda Purbakala Bikin Cirebon Berpotensi Jadi Kota Wisata Sejarah

Setelah kehadiran Si Perut Laper, terjadi kenaikan arah pemanfaatan lahan S1 sebesar 40 persen dan penurunan arah pemanfaatan lahan S2 dan S3 sebesar 60 persen. Hal itulah yang menjadi indikator kesuksesan aplikasi ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X