KILAS DAERAH

Warisan Benda Purbakala Bikin Cirebon Berpotensi Jadi Kota Wisata Sejarah

Kompas.com - 15/10/2019, 13:24 WIB
Pedati Gede Pakaiangan, satu dari dua kereta besar pengangkut barang yg menggunakan sistem rakitan khas buatan tahun 1449 M dan diakui sebagai karya yang berakar dari kebudayaan Cirebon. Dok. Pemprov Jawa BaratPedati Gede Pakaiangan, satu dari dua kereta besar pengangkut barang yg menggunakan sistem rakitan khas buatan tahun 1449 M dan diakui sebagai karya yang berakar dari kebudayaan Cirebon.
|

KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) memproyeksikan Kota Cirebon akan menjadi kawasan wisata sejarah dan budaya di Jabar.

Anggapan itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, Kota Udang tersebut dikenal memiliki banyak peninggalan atau warisan benda purbakala

Lewat rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (15/10/2019), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik memberikan salah satu contohnya, yaitu Pedati Gede Pakaiangan.

Adapun benda peninggalan Ki Gede Pati tersebut merupakan satu dari dua kereta besar pengangkut barang yang dibuat pada 1449 M dengan menggunakan sistem perakitan yang berakar dari kebudayaan Cirebon.

Baca juga: Di Cirebon, Iriana Ikut Senam dan Bernyanyi Bersama Siswa PAUD

Temuan benda purbakala seperti itu, menurut Dedi, berpotensi mendongkrak potensi wisata Kota Cirebon. Belum lagi, di Cirebon juga banyak terdapat bangunan bernilai sejarah tinggi.

"Destinasi wisata Kota Cirebon dapat dikembangkan dengan menitikberatkan pada kekuatan Kota Cirebon, yaitu unsur budaya," ucap Dedi.

Lagi pula, di samping meningkatkan ekonomi daerah setempat, melestarikan benda purbakala lewat program wisata adalah bentuk konkret dari upaya pelestarian budaya.

Selain itu, kawasan wisata sejarah dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah.

Baca juga: Cirebon Usulkan Tahu Gejrot Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Namun, untuk memikat wisatawan, Dedi mengungkapkan perlu pengelolaan lokasi secara terpadu agar dapat menyajikan pertunjukan yang lebih variatif.

Misalnya, membuat regulasi dan kebijakan untuk mempermudah kerja sama dengan para pelaku industri budaya dan pariwisata.

"Ini bisa membuat optimalisasi aset kepariwisataan dan kebudayaan sebagai langkah pemberdayaan masyarakat cepat tercapai," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Regional
Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Regional
21 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

21 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

Regional
Para Guru Belum Tes Swab, 2 Sekolah di Sawahlunto Belum Boleh Dibuka

Para Guru Belum Tes Swab, 2 Sekolah di Sawahlunto Belum Boleh Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X