Duduk Perkara Rustia Jadi Korban Manusia di Irak, Dijanjikan Kerja di Turki dengan Gaji Rp 7 Juta...

Kompas.com - 15/10/2019, 06:16 WIB
Mutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANMutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Mei 2019, Rustia berangkat ke luar negeri untuk memperbaiki ekonomi keluarganya dengan menjadi tenaga kerja wanita.

Di awal perjanjian, Rustia akan ditempatkan di Turki.

Namun setelah bekerja satu bulan di rumah majikannya, perempuan warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawangng tersebut baru menyadari bahwa ia berada di Erbil Kurdistan, Irak.

Ia pun segera menghubungi Riki, penyalur yang menjanjikannya bekerja di Turki. Namun Rustia tidak bisa menghubungi nomer telepon Riki karena nomernya di blokir.

Ibu satu anak itu pun sakit-sakitan. Setelah dua bulan bekerja, sang majikan mengembalikan Rustia ke penyalur.

Baca juga: Putrinya Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak, Ini Harapan Sang Ibu

 

Gagal berangkat ke Singapura

Ilustrasi Singapura.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Singapura.
Saat dihubungi Kompas.com, Rustia bercerita dia berencana berangkat ke Singapura. Namun hasil tes kesehatan Rustia dinyatakan tidak fit, sehingga ia batal berangkat ke Negara Singa.

Ia kemudian mengenal Riki yang menjanjikan gaji Rp 7 juta, jika mau bekerja di Turki. Rustia pun tergiur dengan tawaran itu.

Rustia berangkat bersama Septiani, warga Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang,

Diduga, mereka berdua menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Saat ini, nomer telpon Riki tidak bisa dihubungi baik oleh Rustia atau pun keluarganya untuk mempertanyakan mengapa Rustia dipekerjakan di Irak bukan di Turki seperti perjanjian awal.

Baca juga: Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

Regional
15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Regional
Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Regional
179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

Regional
Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Regional
Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Regional
5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

Regional
Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X