Kompas.com - 12/10/2019, 16:56 WIB
Petugas Badan Geologi dibantu relawan mengecek lokasi tanah bergerak di kaki Gunung Walat, Kampung Benda, Desa Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTOPetugas Badan Geologi dibantu relawan mengecek lokasi tanah bergerak di kaki Gunung Walat, Kampung Benda, Desa Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah warga mulai mengungsi menyusul terjadinya tanah bergerak di kaki perbukitan Gunung Walat, Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Warga mengungsi ke rumah kerabat atau saudara di beberapa kampung berbeda desa setempat. Namun, ada juga yang mengungsi ke keluarga di Kelurahan Cibadak.

"Kami sekeluarga sementara akan mengungsi karena di sini kami waswas bila terjadi longsor," ungkap Kokoy (40) sambil mengemasi barang saat ditemui Kompas.com di rumahnya Kampung Benda, Sabtu (12/10/2019).

Baca juga: Bencana Tanah Bergerak Kembali Terjang Sukabumi, 2 Rumah Rusak, Dalam Retakan Capai 5 Meter

Apalagi, dia menuturkan bahwa rumahnya ini berlokasi di bawah dari lokasi tanah bergerak yang sudah merusak dua rumah. Juga lokasi rumahnya berada di pinggiran lereng yang di atasnya terdapat aliran irigasi.

"Semalam saja kami sekeluarga dan kakak-kakak saya mengungsi ke mushala dekat rumah. Tapi masih khawatir, rencananya mau mengungsi," tutur dia.

Sementara dua keluarga yang terdampak bencana tanah bergerak, Awan (50) dan Maman (70), sudah menghuni tenda pengungsian sejak Jumat (11/10/2019) sore. Dua tenda jenis keluarga didirikan sekitar 50 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sama istri semalam tidur di tenda. Namun, tetap saja tidak bisa tidur, dan bergadang sambil ronda," ungkap Awan kepada Kompas.com di Kampung Benda, Sabtu.

Pantauan Kompas.com di lokasi tanah bergerak Sabtu sore ini, hujan mulai turun sekitar pukul 15.10 WIB. Sebelumnya sejak pagi hingga siang kondisi cuaca di lokasi cerah.

Tunggu rekomendasi Badan Geologi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengaku akan mendata penduduk yang berada di lokasi bencana tanah bergerak di kaki perbukitan Gunung Walat, Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

"Akan kami inventarisasi posisi rumah-rumah warga sambil menunggu rekomendasi dari Badan Geologi," kata Marwan kepada Kompas.com di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Kamis (10/10/2019).

Diberitakan sebelumnya bencana tanah bergerak kembali terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini terjadi di kaki perbukitan Gunung Walat, Kampung Benda RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Bencana geologi mulai dikeluhkan para penghuni rumah sejak dua pekan lalu.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan akibat bencana tanah bergerak, 2 rumah rusak pada lantai dan dinding, selain juga mengancam 42 kepala keluarga (KK) dengan penghuni 181 jiwa.

Baca juga: Tinggal di Huntara, Penyintas Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Kesulitan Air Bersih



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X