Kompas.com - 07/09/2019, 15:05 WIB
Salah satu sarana mandi cuci kakus (MCK) di lokasi hunian sementara (Huntara) Kampung Rawamenong, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSalah satu sarana mandi cuci kakus (MCK) di lokasi hunian sementara (Huntara) Kampung Rawamenong, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Selain belum mendapatkan aliran listrik secara tetap, penghuni hunian sementara (huntara) yang merupakan penyintas bencana tanah bergerak di Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal tersebut terjadi karena daya listrik untuk menyedot air dari sumur tidak kuat.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menggunakan generator untuk menyedot dan menyalurkan air bersihnya.

Kesulitan air bersih yang dialami para penyintas ini masih terjadi meski semua bak penampung air diperbaiki.

Sebelumnya, ada satu bak air yang temboknya jebol setelah mendapat pasokan air dari mobil tangki berkapasitas 8.000 liter.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman membenarkan ada kesulitan untuk menyalurkan air bersih dari sarana air yang sudah disediakan, karena daya listrik tidak kuat.

"Sementara untuk penyaluran air bersih memanfaatkan mesin generator untuk menyedot air dari sumur," kata Eka kepada wartawan saat di lokasi huntara di Kampung Rawamenong, Nyalindung, Kamis (5/9/2019) kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penghuni Huntara Penyintas Tanah Bergerak di Sukabumi Belum dapat Aliran Listrik

Sejumlah penyintas di huntara mengakui, hingga saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Untuk itu, warga di antaranya membeli air bersih galon untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari seperti minum dan memasak.

"Kalau untuk minum dan memasak beli air minum isi ulang per galon Rp 6.000. Kalau untuk mencuci piring dan mandi menunggu air ada di kamar mandi," ujar Yanti (37) saat berbincang dengan Kompas.com di Huntara Nyalindung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR Masih 60 Persen, Mendagri Imbau Pemkot Tangsel Tambah Fasilitas Isolasi Terpusat

BOR Masih 60 Persen, Mendagri Imbau Pemkot Tangsel Tambah Fasilitas Isolasi Terpusat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X