Karhutla di Gunung Puntang dan Malabar Sulit Dijangkau, Pemprov Jabar Minta Bantuan Helikopter

Kompas.com - 07/10/2019, 15:15 WIB
Gunung Malabar Dok. Perhutani Jabar BantenGunung Malabar

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut turun tangan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Puntang dan Malabar, Kabupaten Bandung, yang terjadi sejak Jumat (4/10/2019).

Salah satu permintaan kepada BNPB adalah bantuan helikopter pemadam kebakaran (water bombing) untuk memadamkan titik api di lokasi tersebut. Sebab lokasi kebakaran sulit dijangkau.

"Lokasinya terjal sehingga sulit dituju. Anginnya juga kencang," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Epi Kustiawan di Bandung, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Cerita Kopi yang Membuat Gunung Puntang Kembali Berseri

Epi mengatakan, Saat ini dalam upaya pemadama  kebakaran hutan tersebut melibatkan tim pemadam dari berbagai unsur termasuk melibatkan masyarakat sekitar. Namun hasilnya masih tidak optimal.

"Tim dari Polsek, Koramil, Perhutani, dibantu 120 masyarakat peduli alam sekitar sejak hari pertama sudah berupaya. Namun karena lokasi kebakaran yang terjal, sukar dipadamkan tenaga manusia biasa," jelasnya.

Epi yang juga Ketua Harian Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Barat mengatakan, saat ini titik api sudah semakin meluas di kedua gunung yang lokasinya berdekatan itu. Kebakaran ini setidaknya telah membakar 170 hektare hutan.

Adapun penyebab kebakaran hutan dikatakan oleh Epi disebabkan musim kemarau yang ekstrem dan panjang di dua gunung tersebut.

Baca juga: Hutan Gunung Malabar Terbakar, Pemadaman Dilakukan secara Manual

Lebih lanjut Epi menjelaskan, kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Puntang dan Malabar  belakangan ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di Jawa Barat di tahun 2019.

Sebelumnya, kebakaran serupa terjadi di  Gunung Ciremai (Kabupaten Kuningan dan Majalengka), Purwakarta, dan Gunung Guntur dan Kamojang, di Kabupaten Garut.

"Kita langsung membentuk Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Jawa Barat. Ketuanya adalah kepala BPBD," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Regional
Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Regional
Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Regional
Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Regional
Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Regional
Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Regional
Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X