Kisah Parlin, Kakak-beradik Penjual Bakso Legendaris di Kantin ITS

Kompas.com - 07/10/2019, 12:45 WIB
Suasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang. KOMPAS.com/GHINAN SALMANSuasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kuah dan pentol bakso Pak Parlin di kantin belakang gedung Biro Administrasi Pembelajaran dan Kesejahteraan Mahasiswa (BAPKM) Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS) Surabaya atau dikenal kantin TPB, menggugah selera.

Rizki, mahasiswa semester 5 jurusan Tekni Mesin, sampai nambah kuah dan pentol bakso yang kata dia rasanya enak dan gurih itu. Bakso Pak Parlin membuat pelanggannya ketagihan.

Rizki sangat senang makan di bakso Pak Parlin karena selain enak, pelanggan bisa bebas menambah porsi kalau masih kurang, sesuai selera.

"Jadi, enak ya kalau bebas ambil sendiri, kalau kurang ya tinggal ambil lagi. Biasanya saya suka nambah kuah dan pentol, karena murah dan enak," kata Rizki, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Cerita Bakso Pak Dhi: Awalnya Berjualan Keliling hingga Jadi Makanan Wajib di ITS

Bakso Pak Parlin merupakan salah satu favorit selain Bakso Pak Dhi yang legendaris, di Kantin Arsitektur ITS.

Bakso kakak-beradik

Parlin, pemilik dagangan bakso itu merupakan adik kandung Pardi, penjual "Bakso Pak Dhi", di Kantin Arsitektur ITS.

Ia pun menceritakan awal mula berjualan bakso di Surabaya.

Menurut Parlin, pada tahun 1980-an, ia yang saat itu masih bujang diajak abangnya, Pardi, untuk merantau ke Surabaya dan berjualan bakso.

Pria asal Sragen itu, mulai berjualan bakso keliling pada 1985 di Surabaya, terutama di kawasan Keputih, Mulyosari, perumahan dosen, dan sekitar kawasan ITS.

"Sekitar tahun 85 saya keliling ke ITS, cuma saat jam makan siang saja ke sini. Habis ke sini (ITS) nanti keliling lagi. Jadi, awalnya seperti itu," kata Parlin, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Menurut dia, untuk bisa menetap dan berjualan di ITS, prosesnya cukup lama. Parlin setidaknya membutuhkan waktu sekitar 13 tahun.

Saat masih jualan bakso keliling di ITS, jarang ada mahasiswa yang membeli baksonya.

Kebanyakan justru karyawan di kampus tersebut, namun itu juga tak seberapa.

"Satu hari itu kadang laku 5 mangkok kadang 3 mangkok. Enggak kayak gini. Dulu masih sepi," cerita Parlin.

Selama bertahun-tahun berjualan bakso keliling, beberapa karyawan di ITS kemudian meminta dia untuk mengantarkan bakso ke dalam kampus.

Sebab, menurut Parlin, saat itu masih belum banyak pedagang yang berjualan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar 'Disita'

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar "Disita"

Regional
'Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil'

"Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu' | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

[POPULER NUSANTARA] "Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu" | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

Regional
Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Regional
Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Regional
Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Regional
Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Regional
Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Regional
Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X