Kisah Parlin, Kakak-beradik Penjual Bakso Legendaris di Kantin ITS

Kompas.com - 07/10/2019, 12:45 WIB
Suasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang. KOMPAS.com/GHINAN SALMANSuasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang.

"Sekitar tahun 85 saya keliling ke ITS, cuma saat jam makan siang saja ke sini. Habis ke sini (ITS) nanti keliling lagi. Jadi, awalnya seperti itu," kata Parlin, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Menurut dia, untuk bisa menetap dan berjualan di ITS, prosesnya cukup lama. Parlin setidaknya membutuhkan waktu sekitar 13 tahun.

Saat masih jualan bakso keliling di ITS, jarang ada mahasiswa yang membeli baksonya.

Kebanyakan justru karyawan di kampus tersebut, namun itu juga tak seberapa.

"Satu hari itu kadang laku 5 mangkok kadang 3 mangkok. Enggak kayak gini. Dulu masih sepi," cerita Parlin.

Selama bertahun-tahun berjualan bakso keliling, beberapa karyawan di ITS kemudian meminta dia untuk mengantarkan bakso ke dalam kampus.

Sebab, menurut Parlin, saat itu masih belum banyak pedagang yang berjualan.

Parlin bercerita, awalnya sang kakak yang diminta untuk mengantarkan bakso di gedung pusat ITS. Namun, karena letaknya yang jauh, Pardi meminta Parlin untuk mengantarkan bakso.

Karena saat itu, Parlin masih berjualan bakso keliling menggunakan sepeda ontel. Lambat laun, Parlin kemudian dipersilakan untuk menetap berjualan bakso di ITS.

Ia juga tidak bisa menilai sendiri apakah baksonya enak, sehingga diminta berjualan di dalam kampus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X