Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Unila Saat Diksar Mapala, Ada Luka Lebam hingga Dipukuli Senior

Kompas.com - 02/10/2019, 13:20 WIB
Petugas kepolisian melakuan identifikasi jenazah Aga Trias Tahta, mahasiswa Fisip Unila yang meninggal saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala. Kepolisian menemukan luka lebam di tubuh jenazah. (Foto: Humas Polda Lampung) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAPetugas kepolisian melakuan identifikasi jenazah Aga Trias Tahta, mahasiswa Fisip Unila yang meninggal saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala. Kepolisian menemukan luka lebam di tubuh jenazah. (Foto: Humas Polda Lampung)

KOMPAS.com - Kasus meninggalnya Aga Trias Tahta (19), mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung ( Unila) saat mengikuti diksar UKM pencinta alam Cakrawala di Padang Cermin, Kabupaten Pesawan, Minggu (29/9/2019), hingga kini masih diselidiki polisi.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon AS mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus meninggalnya mahasiswa tersebut.

Dikatakannya, dari hasil identifikasi sementara yang dilakukan pihaknya, diketahui kondisi jenazah mengalami luka lebam. Ada dua jenis lebam, yaitu lebam mayat dan lebam yang diduga hasil kekerasan.

Masih dikatakan Popon, selain mengakibatkan satu peserta meninggal dunia, juga membuat dua peserta lain mendapat perawatan intesif di rumah sakit.

Berikut ini fakta terbaru selengkapnya:

1. Ditemukan luka lebam

Ilustrasi lukaThinkstock Ilustrasi luka

Popon mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Aga saat mengikuti diksar UKM pencinta alam Cakrawala di Padang Cermin, Minggu lalu.

Dari hasil identifikasi sementara yang dilakukan pihaknya, kata Popo, diketahui korban mengalami luka lebam. Ada dua jenis lebam, yaitu lebam mayat dan lebam yang diduga hasil kekerasan.

“Itu masih dugaan, kami masih menunggu hasil visum. Kami akan mendalami kasus ini,” katanya saat dihubungi, Senin (30/9/2019) malam.

Baca juga: Identifikasi Sementara, Ada Lebam di Tubuh Mahasiswa yang Tewas Saat Diksar Mapala

2. Satu tewas, dua peserta lain dirawat di rumah sakit

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Popon mengatakan, selain mengakibatkan satu peserta meninggal dunia, Aga, diksar yang diadakan di Desa Cikoak, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, itu juga membuat dua peserta lain mendapat perawatan intesif di rumah sakit.

Kedua peserta yang dirawat ialah Muhammad Aldi Darmawan (18) dan Fans Salsa Romando (19).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X